Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Senin, 12 Maret 2018

Mau Pembaca Tidak Bosan Menulislah dengan Hatimu

Dini Fitria

Sebelum menulis hendaknya blogger harus terlebih dahulu untuk membaca, karena dengan membaca, bahan untuk menuangkan ide pun akan belebih. Demikian diungkap dalam workshop yang diselenggarakan oleh Indonesia Social Blogger (ISB) pada acara “Menulis Dengan Cinta Bersama Dini Fitria” Batch 2 yang berlangsung di Kantor Blibli.com, Selasa (6/3).

Nah, dalam tulisanpun harus selalu ada rasa, “karena rasa itu penting, agar pembaca nyaman” tutur penulis buku Islah Cinta ini.
Lebih lanjut Dia meyakini betul bahwa kekurangan yang ada dalam diri seorang blogger adalah kurangnya membubuhkan rumus 5 W + 1 H, menurutnya blogger juga memiliki kode etik dalam hal tulis menulis. Bila mengindahkan hal itu, pembaca pun akan merasa bosan saat mengunjungi tulisan kita.

Dan saya sendiri mengiyakan apa yang disampaikan oleh Dini Fitria ini, kurangnya membaaca dan sering jumping membuat saya bingung dengan apa yang tulis ini, oleh karena nya Dini dalam paparan nya menambahkan “dalam menulis diperlukan runtut dan selesai, tidak boleh jumping atau melompat-lompat, fokus, believe, masukkan karakter, 5 W+1 H, Continuity” ujar Dini Fitria mantan Producer of Jazirah Islam TRANS7 ini menjelaskan.

Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh dini, bahwa jadilah blogger yang memberikan manfaat orang banyak seperti halnya dia mencontohkan “bagaimana tulisan seorang blogger mampu memengaruhi orang yang ingin berbuat jahat kembali baik setelah membaca tulisan yang ditulis oleh blogger” maka dini pun mengharapkan kepada workshop agar menulis dengan tulisan yang mengilhami dan memberikan efek bermanfaat bagi orang banyak.

“Feuture itu about emotion, tidak hanya soal "rasa" bahagia doang lohh” jelasnya ibu muda asal padang ini. Menurutnya, kita harus menggali keseluruhan karakter tokoh dalam tulisan itu.

Dini pun mengakui, bagaimana bisa seorang blogger menulis, kemudian tidak memahami apa yang dia tulis, maka kata dia “tulisan akan jumping dan tidak nyambung” inilah pesan penting dari workshop batc 2 ini.

Waktu bergulir tanpa terasa, kini peserta workshop langsung mendapatkan apa yang diimpikan, karena saya sendiri dalam tahun ini, “My Big Wish” ingin sekali menulis dengan feuture “gaya bertutur” seperti apa yang disampaikan oleh mba dini “tapi semua butuh proses”, maka berproseslah yang baik agar tulisan kita dikenal oleh orang dan memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

Di tengah banyak nya panggilan job, tentu saja bagi seorang blogger tak ada salahnya memperdalam atau mengisi gizi otak kita agar lebih memahami dunia “feuture” karena kata Dini sendiri pun masih terus belajar dengan para blogger candanya di sela-sela memberikan paparan yang penuh asyik itu. Pasalnya, waktu tak terasa 4 jam lebih mendengarkan pengalaman kesuksesan menulisnya ibu muda dari padang ini.

Tidak hanya berbicara panjang lebar mengenai dunia feuture, peserta workshop pun diberikan “coaching clinik” dalam menuliskan apapun, misalkan saja waktu itu menceritakan tentang liputan saya pergi ke Java Jazz, Dini langsung memberikan wejangan nya agar saya menulis java jazz tidak menulis asal-asalan dan umum sekali, karena waktu itu saya bericerita mengenai manfaat Java Jazz, kata dini ini terlalu umum.

Dini harapkan setelah ikut pelatihan menulisnya ini, seorang blogger memberikan sudut pandang yag berbeda dan unik, sehingga kata dini pembaca tidak bosan, terus membacanya hingga tuntas. Oleh karena itu, “seorang blogger harus memahami premis, kalimat yg menjelaskan keseluruhan tulisan” ujar dini ibu anak satu ini. Nah, bagaimana sih caranya membuat premis? Dini langsung menjawab bahwa tulisan haruslah clear, fresh dan interest.

Inilah yang kita tunggu-tunggu sebetulnya, dengan uraian dan paparan diatas, kita sudah membicarkan membaca, tulisan tidak boleh jumping, runut maka pembaca pun tanpa adanya paksaan, rasa penasaran terhadap tulisan yang kita tulis pun ada dengan sendirinya. Menulislah dengan hatimu, itu akan mengusir kebosanan pembaca.

Oh ya, ini harapan saya, ingin sekali setelah mengikuti acara yang diselenggarakan oleh ISB ini, setiap tulisan yang saya torehkan memberikan manfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Saya pun termotivasi dengan apa yang disampaikan oleh Dini. Kira-kira kamu sendiri setelah mengikuti pelatihan dan membaca tulisan blog ini, apa yang harus kamu lakukan? cieee, jangan lupa menulis dengan hati ya. Nah, buat para pembaca, jangan lupa yaa buka link blibli.li/bigwish-blog.

58 komentar:

  1. Intinya banyak baca..... Yuk blog walking....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena tanpa membaca, mustahil tulisan itu ada kang, membaca adalah kunci

      Hapus
  2. Jadi pengen praktekin ilmunya. makasi ya informasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus berproses kak, nanti akan ketemu gaya menulis dengan sendirinya.

      Hapus
  3. Tulisan jenis feature memang tidak membosankan ya, kita seakan akan ikut dalam emosi yang dibawa penulis

    BalasHapus
  4. Saya belum lancar menulis feature text, tapi nggak nyerah juga hehe

    Makasih banyak ya sharingnya, jadi semangat belajar lagi ☺

    BalasHapus
  5. Manfaat sekali tulisannya untuk saya yang baru belajar ngeblog. Makasih ya kak.

    BalasHapus
  6. Baik, saya akan berusaha menulis dengan hati. Semangaaat!

    BalasHapus
  7. ini perlu banget aku pelajari. Berusaha Rajin bw buat ilmu2 baru. Oh ya, jika berkenan boleh loh daftarin blog ini agar aku bisa bw rutin. Chek menu blogwalking di blog aku ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, sudah saya bw.. smoga bisa bertukar pikiran ya kak

      Hapus
  8. Wah beruntung banget mas Ilman belajar dari Mbak Dini langsung. Saya ngefans sama dia sejak jadi presenter Jazirah Islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, saya ga nyangka bisa ikut belajar langsung dengan mba Dini.

      Hapus
  9. Nah ini penting, continuity, enak juga ya kalo inspirasi lancar terus dan tdk terkena writer's block

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kak, kuncinya kata mba dini harus membaca dan membaca

      Hapus
  10. Ya ini kadang susah menulis dengan hati,apalagi jika itu post paid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, sama-sama belajar kak, karena saya yakin semua harus kita pelajari.

      Hapus
  11. Setuju banget sama mba Dini, menulis harus dari hati dan tentunya memberikan manfaat buat para pembaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak sekedar menulis, tetapi memberikan efek positif bagi pembacanya.

      Hapus
  12. Harus semangat belajar jangan kenal menyerah ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan selalu ingat kak "kalau nulis dari hati gak bisa dibatasin, gak kayak nakar beras, gak kayak robot harus disetting perhitungan untung rugi"

      Hapus
  13. Bener banget, suatu tulisan juga harus ada soul dan nyawa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kata dini mengatakan, agar tulisan kita tidak jumping dan selalu runut agar tuntas kisahnya.

      Hapus
  14. Menulis dengan hati, biar tulisannya lebih hidup ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pembaca tidak akan bosa, bila kita memberikan tulisan yang menarik.

      Hapus
  15. wah masih terus belajar nih aku. Thx infonya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus belajar kak, karena semua berawal dari membaca dan membaca.

      Hapus
  16. Hi mas.. makasih sudah datang ke workshop ISB di Blibli.com. Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat bermanfaat mba, makasih diperkenankan singgah di Blibli.com, smoga makin maju ya mba.

      Hapus
  17. Big wish harus terwujud ya, makanya jangan lupa belanja di Blibli. Pesan sponsor...

    BalasHapus
  18. Hati yang tulus melahirkan tulisan yang asyik dan klik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, biasanya akan ketemu pada hati juga.

      Hapus
  19. Semua yang bermanfaat mdh2an selalu menarik, Kang

    BalasHapus
  20. Mantaps ya man, ilmu dari workshop, blogger juga mesti belajar nulis supaya gak gersang euy tulisannya hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Shiva, belajar adalah keharusan bagi kita semua.

      Hapus
  21. bener sekali, menulis dengan hati, walaupun tidak menghasilkan apa-apa yang jelas bermanfaat untuk orang yang membacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis itu mulia, jadi melebihi segalanya.

      Hapus
  22. yes, menulis dengan hati kedengerannya gimanaa gitu, tapi ternyata pentinggg banget lho..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya zata, menulis itu buah pikiran, jadi harus ditulis dengan penuh cinta dan hati.

      Hapus
  23. Saya setuju agar pembaca tidak merasa diiklankan, ceritakanlah sesuai yang dialami penulis atau berbagi tips yang bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul erna, pembaca diajak merampungkan bacaan nya hingga tuntas.

      Hapus
  24. Makasih sharingnya Mas, sepertinya saya harus lebih banyak membaca lagi nih biar menghasilkan tulisan berkualitas 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya irawati, kita semua harus terus membaca.

      Hapus
  25. Menulis dari hati itu ngalir. Jauh dari Kesan dibuat2. Menulisnyapun juga enjoy dan cepat terselesaikan sih yg aku rasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren mas suga, wah bagus juga yaa hasilnya. kerennnn

      Hapus
  26. Hati juga bisa menyentuh hati jadi lebih dekat ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mildani, harapan nya menulis dengan hati atau cinta akan akan menemukan hati pula.

      Hapus
  27. Iya nih...kita harus banyak bacaa

    BalasHapus
  28. setuju mas dengan wejangannya, banyak baca-baca biar kita kaya akan pengetahuan ya :)

    BalasHapus
  29. Iya, membaca itu gudangnya ilmu.

    BalasHapus
  30. Banyak membaca menambah referensi dan daya imajinasi. Aku blm smpai prakteknya sjauh itu utk menulis

    BalasHapus
  31. Setuju banget, harus banyak baca lagi. ,, . Oh ya, terkait feature, tulisan jenis ini sifatnya tak lekang oleh waktu yah Mas. So, engga gampang basi gitu,. Kalau aku sukanya baca2 majalah Tempo yang edisi lama2.

    BalasHapus

Mau Makan? ke D'Cost Menteng Huis Cikini aja

Tak sengaja waktu itu, kala perut sudah mulai keroncongan, yang terbersit dalam benak dan pikiran adalah bagaimana mencari tempat makan d...