Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Kamis, 12 September 2019


Dok. Bekasi Wedding Exhibition
Ngomongin soal nikah, tidak terlepas dari pembicaraan yang namanya lokasi atau tempat mempelai. Terkadang kedua mempelai dibuat bingung, sebelum ijab qobul dilaksanakan. Lantaran mencari lokasi yang mudah dijangkau.

Sebelum terlalu jauh membahas soal pernikahan, saya mau cerita sedikit. Karena waktu itu saya berbeda kota tetapi dalam satu propinsi dan ini sangat memakan waktu. Lihat saja saya harus mengurus perpindahan nikah dari tempat dimana saya dilahirkan, sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Juga waktu itu, saya dan isteri harus memikirkan katering, gedung wedding, dekorasi, pembawa acara, wedding organizer (wo), fotografer, kue pengantin, kartu undangan.

Sebelum acara pernikahan, ada saja yang dialami oleh kedua mempelai. Seperti saya saja, undangan pernikahan belum jadi seminggu sebelum acara digelar, dan ini sangat deg-degan pastinya, oleh karenanya harus disiapkan mental sedini mungkin.

Memang sih, kalau dari cerita-cerita teman, ada saja yang menjadi kendala sebelum acara berlangsung, entah dari mempelai laki-laki atau mempelai perempuan. Untuk itulah, harus siapkan mental dengan baik, fokus pada tujuan yang dicitakan bersama.

Pengalaman saya sendiri masih bingung waktu itu, bingung mencari lokasi, sebab temen-temen saya rata-rata jauh semua. Sehingga untuk mencari titik lokasi yang mudah dijangkau sangatlah susah. Akhirnya karena kebingungan mencari tempat untuk acara dimaksud, mau tidak mau menikah di rumah saja, tidak jadi menikah di gedung.

Pengalaman demikian tentu saja tidak bisa dijadikan contoh, akan tetapi ini hanya sebuah catatan buat kamu yang mau menikah atau berencana menikah beberapa bulan lagi. Tentu saja, acara yang sakral dan hanya sekali seumur hidup ini harus dipikirkan secara matang. Agar tidak terlalu memusingkan diri apalagi merogoh kocek terlalu banyak. Iya engga.!

Meski menikah di rumah dengan seadanya, tak disangka para tamu yang hadir begitu membludak dan tidak tertampung. Sampai-sampai sempat berpikir kenapa tidak digedung saja ya, soalnya tamu yang hadir banyak sekali.

Nah, inilah pentingnya mengetahui adanya informasi mengenai gedung pernikahan di Bekasi. Jadi, tidak perlu repot-repot mencari tempat lokasi untuk acara pernikahan. Sebab Bekasi Wedding Exhibition yang lokasinya berada di Grand Galaxy Convention Hall sangat membantu referensi untuk acara pernikahan kamu.

Pesta pernikahan biasanya sih tergantung dari tempat dimana pengantin tinggal. Karena Budaya masing-masing daerah yang menjadi pembeda, sehingga ide dan konsep acara pernikahan pun tentu saja berbeda.

Acara pernikahan seharusnya menjadi tempat yang istimewa, sebab mempertemukan dua insan menjadi satu jalaninan kasih yang terbalut dalam cinta anugerah Allah SWT. Dan menjadi harapan bagi keluarga yang ingin pesta pernikahan nya mudah dijangkau dan tidak kita lupakan adalah tempatnya mampu menampung sejumlah tamu undangan.

Merencanakan pernikahan secara matang adalah sebuah keniscayaan. Skala pernikahan bagi mempelai menjadi dasar untuk menentukan anggaran pernikahan agar tidak membengkak. Sebab era sekarang, tentu saja berbeda dengan pernikahan saya di tahun 2013 lalu. Kini, semua serba digital, jadi harus dipikirkan juga biaya untuk foto, video dan juga multimedia.

Meskipun kita tidak menganut konsep tren pesta sekarang ini, tetapi setidaknya tidak jauh dari perkembangan konsep generasi sekarang. Sehingga tamu yang hadir merasakan adanya sentuhan masa kini. Hal ini yang harus dibicarkan secara bersama dengan keluarga besar mempelai.

Yang tidak kalah menariknya adalah, mempelai harus mempersiapkan adanya seserahan. Dan ini harus dibicarakan dengan keluarga mempelai. Karena ini adalah even bersama, jangan sampai menjadi tanggungan satu atau dua orang yang menanggung acara tersebut. Pesta pernikahan yang menawan tentu saja diharapkan oleh kedua mempelai.

Cari tau yuk, Bekasi Wedding Exhibition

Perlu kamu ketahui, Jakarta Event Enterprise (JEE) membuat sebuah pameran pernikahan yaitu Bekasi Wedding Exhibition (BWE), ajang pameran yang sudah terselenggara 6 (enam) kali ini bakal hadir kembali. Bakal memberikan nuansa dan sentuhan yang jauh berbeda dari sebelumnya. 
·      
Bekasi Wedding Exhibition adalah sebuah wadah terbesar dan terbaik bagi lebih dari 60 vendor profesional se-Jabodetabek dalam memberikan penawaran terbaik sesuai kebutuhan calon pengantin, koleksi-koleksi terbaru, serta ide-ide pernikahan untuk membantu masyarakat Bekasi dan sekitarnya dalam mewujudkan pesta impian pernikahan. Tentu, ini yang kita tunggu-tunggu bukan!

Bekasi Wedding Exhibition menghadirkan Elma Theana selaku WO Syariah, Intan Avantie selaku Designer, juga melibatkan Tasya Farasya serta Dwihanda sebagai influencer dan juga keynote speaker.

Jakarta Event Enterprise kembali mempersembahkan 7th Bekasi Wedding Exhibition yang bakal digelar pada 13 - 15 September 2019 di Grand Galaxy Convention Hall. Grand Galaxy Convention Hall merupakan gedung pernikahan terbesar di Bekasi yang bisa menampung hingga 2500 orang. 

Grand Galaxy Convention Hall memiliki event rutin yaitu Bekasi Wedding Exhibition. Jakarta Event Enterprise (JEE) mengusung tema “7th Bekasi Wedding Exhibition”. Acara yang dihelat 3 (hari) ini setiap eventnya membius pengunjung hampir 50.000 calon pengantin beserta keluarga di Bekasi.

Untuk menjawab generasi millenial tema yang diangkat pada even 7th Bekasi Wedding Exhibition kali ini adalah “Industrial Wedding”. 

Sebagai informasi buat kamu, Grand Galaxy Convention Hall memiliki paket all in one untuk para pengantin.

Nih, 7th Bekasi Wedding Exhibition kali ini akan memberikan banyak penawaran dan promo menarik bagi para pengunjung berupa:

a. Emas untuk setiap pembelian tiket
Jakarta Event Enterprise (JEE) menawarkan #BeliTiketDapatEmas yaitu hadiah emas langsung lewat pembelian tiket online di LOKET.COM, GOTIX, GOERS, TOKOPEDIA. Dan kesempatan untuk mendapatkan EMAS KAGET yaitu tambahan hadiah emas dengan total seberat 6 gram atau kurang lebih senilai Rp 4.000.000 yang akan diumumkan di stage BWE setiap harinya di setiap akhir acara.

b. Voucher potongan harga dan bonus tambahan dari para vendor untuk 150 orang pertama di hari Jumat, 100 orang pertama di hari Sabtu, dan 50 orang pertama di hari Minggu

c. Voucher belanja langsung untuk setiap transaksi si 7th Bekasi Wedding Exhibition

d. Cashback total hingga 50 JUTA RUPIAH. Nah yang berburu cashback yuk datang! Pantengin IG @bekasiweddingexhibition untuk tau kategori cashback vendor yang kamu lagi butuhin jatuh di hari apa.

e. And last but not least, GRANDPRIZE sebesar 100 GRAM EMAS (Logam Mulia)!
Hei... Selama acara berlangsung 7th Bekasi Wedding Exhibition memiliki corner “FREE KONSULTASI” dengan para Wedding Expert bagi para calon pengantin yang ingin konsultasi seputar persiapan pernikahan sebelum menjelajah vendor. Ada TALKSHOW juga bersama A’ ipan (Rifaldy Fauzi) dari Paperin Rose Wedding dan Tamasia.id

Acara 7th Bekasi Wedding Exhibition ini bakal dibuka langsung H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A (Sandiaga Uno) yang ikut meramaikan jalannya acara melalui dialog langsung dengan para vendor dan juga pengunjung 7th Bekasi Wedding Exhibition.

Senin, 09 September 2019

Dok. www.cekaja.com

Seringkali kita semua dihadapkan pada kepentingan dan keperluan mendesak untuk kebutuhan sehari-hari. Saat kita memiliki uang yang berlebih setidaknya tidak menjadi kekhawatiran. Namun, pinjaman menjadi jalan alternatif manakala kebuntuan itu nampak di kepala kita.

Ya. Bagaimana sih cara menyikapi pinjaman agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Nyatanya, dalam kehidupan sehari-hari pinjaman sering juga berkelindan dalam kehidupan seseorang.

Beberapa tips jitu saat kita melakukan pinjaman.
1.  List kebutuhan yang dibutuhkan.
2.  Bijak dalam melakukan pinjaman
3.  Perilaku konsumtif hanya mencekik diri sendiri.
4.  Pantau terus pengeluaran dan pemasukan tiap bulannya.
5.  Selalu komunikasi dengan pasangan.
6.  Cek terlebih dahulu tempat peminjaman

Tips diatas hanyalah pesan untuk kita yang akan melakukan pinjaman. Hindari besar pengeluaran daripada pendapatan. Sebab ini akan menjadi beban bagi diri sendiri.
Perlunya pengetahuan dan konsultasi dengan konsultan keuangan, agar tidak salah dalam melakukan keputusan dalam hal keuangan.

Dalam perkembangannya, saat ini kebutuhan menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya, bila merunut gaji yang turun awal bulan, yang kurang lebih pertengahan bulan sudah kering kerontang, pinjaman bisa menjadi alternatif dalam menyikapi uang bulanan yang tak kunjung datang.

Bagi ibu rumah tangga kebutuhan dan keperluan keluarga sangat dibutuhkan. Nah, ini terkadang menjadi beban saat kebutuhan keluarga menjadi sebuah beban bagi keluarganya. Dan ujung-ujungnya adalah meminjam ke rentenir yang membengkak dan ini adalah sebuah kesalahan yang harus dihindari.

Sebab, kurang nya informasi mengenai tempat peminjaman adalah bagian dari kesalahan pertama. Untuk itu, cek dan ricek terlebih dahulu sebelum anda melakukan peminjaman di awal. Hemat saya, apabila awal saja sudah melakukan kesalahan, dikhawatirkan akan menjadi sebuah kesalahan berikutnya. Selain tempat peminjaman sudah terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga sebagai nasabah yang cerdas harus terlebih dahulu mengecek lembaga penjamin keungan tersebut.

Di tengah era disrupsi dewasa ini, untuk melakukan pinjaman dapat dilakukan dimanapun. Tanpa harus bertemu dengan marketingnya. Cukup melakukan verfikasi yang komplit, anda bisa langsung mendapatkan pinjaman dan biasanya tidak berlangsung terlalu lama. Cukup mendapatkan waktu 2x24 jam, anda langsung mendapatkan pinjaman.

Untuk itu, masyarakat agar terus waspada terhadap perilaku lembaga keuangan yang nakal, segera lapor kepada OJK, agar ditindak tegas. Sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat lembaga keuangan yang tidak bertanggung jawab.

Selalu bertanya kepada teman dan orang yang sudah melakukan pinjaman, atau juga bisa membuka google dengan pencarian pinjaman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan ragu terhadap lembaga keuangan yang menjadi tempat pinjaman tersebut.

Pinjaman tidak hanya untuk keperluan keluarga sehari-hari. Pinjaman banyak wujud dan ragamnya. Tinggal cari saja apa yang menjadi tujuan dan harapan bagi anda untuk melakukan pinjaman tersebut.

Pentingnya masyarakat memahami tentang pola dan perilaku lembaga keuangan. Sehingga tidak lagi diperlakukan semena-mena, tetapi profesionalitas lebih dikedepankan. Nah, kamu sendiri sudah punya rencanan untuk melakukan pinjaman belum. Bila belum, jangan lupa cek dan ricek terlebih dahulu ya.

Jadilah nasabah yang cerdas dalam hal melakukan pinjaman untuk keperluan kekuarga, sekolah dan kebutuhan kuliah bagi anak-anaknya. Bila anda cerdas dan bijak tentu saja tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, orang lain pun mendengarkan cerita dan pengalaman anda, akan sangat tertarik dengan apa yang anda informasikan.

Nah, untuk itu segera ajukan kredit tanpa agunan melalui https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan Selain nasabah akan dilayani dengan baik, juga tentu saja bakal diberi kemudahan untuk proses pengajuan kreditnya.  Adapun untuk syarat dan prosedur lainnya dapat kamu buka di link yang saya bagikan. Selamat mencoba ya!

Senin, 02 September 2019

Dalam lima tahun terakhir ini koperasi menunjukkan gejala peningkatan kualitas yang luar biasa berkat kerja sama dari berbagai pihak. Reformasi total koperasi telah berhasil meningkatkan PDB Koperasi terhadap PDB Nasional. Bila tahun 2014 PDB Koperasi hanya 1,71%, pada tahun 2018 sudah meningkat menjadi 5,1%. 

Kemudian juga berkembangnya koperasi-koperasi besar yang memiliki usaha dan mutu layanan yang lebih baik dan mendapatkan apresiasi dari organisasi dunia menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa koperasi bisa hidup di dalam perekonomian modern yang sarat teknologi.

Saat ini isu revolusi industri 4.0 menuntut setiap badan usaha untuk mampu mengikuti perkembangan. Revolusi terjadi dengan fokus pada Internet of Things (IoT) dan Artificial Intellegence (AI)

Oleh karena itu, diperlukan gebrakan untuk mendorong kalangan milenial memberikan terobosan baru di dunia koperasi dan bisnis model yang memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha ke depannya. 

“Kami percaya bahwa koperasi akan selalu menjadi pilar ekonomi bangsa Indonesia. Bahkan, saat ini terasa sangat relevan dengan esensi bisnis zaman now, yaitu Ekonomi Kolaborasi. Oleh karena itu, menjadi sangat strategis untuk bisa memahami dan menempatkan koperasi dalam konteks tantangan kekinian dengan melakukan transformasi organisasi,” ujar Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group Tedy Agustiansjah pada acara Peluncuran PRAJA 2019 di JW Marriott, Rabu (28/8).

Diakui oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Prof. Dr. Rully Indrawan bahwa koperasi saat ini tengah berada dalam fase menghadapi tantangan untuk melakukan reposisi. Fase ini menjadi sangat penting sebagai persiapan berikutnya menghadapi tantangan reinkarnasi eksistensi organisasi koperasi. 

“Koperasi tidak lagi hanya bercirikan berbentuk badan hukum koperasi, namun harus dikembangkan dalam spirit kolaborasi yang menjadi pondasi perubahan model bisnis yang sedang terjadi saat ini: Ekonomi Kolaborasi. Memanfaatkan teknologi digital adalah model bisnis kekinian yang banyak dilakukan oleh kalangan milenial,” jelas Prof. Rully yang juga Ketua Dewan Juri PRAJA 2019. 

Chief Information Officer MIS & CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda menegaskan, arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong kegiatan perekonomian berbasis teknologi (digital economic) harus dijawab dengan mengubah paradigma bisnis jika koperasi masih ingin bertahan dan eksis di era digital. Persaingan bisnis bagaimanapun telah bergeser menjadi kemitraan bisnis, di mana peluang bisnis digarap melalui kemitraan yang mengedepankan value chain.  

“Koperasi di era industri 4.0 harus memiliki website atau aplikasi yang memudahkan anggota dan pengurusnya saling berhubungan. Pelayanan kepada anggotanya dilakukan secara online. Pembelian barang, peminjaman, cek SHU, dan sebagainya saatnya dipermudah dengan layanan online,” sebut Subroto, anggota Dewan Juri PRAJA 2019. 

Selaras dengan Subroto, Subhan mengatakan bahwa MDB mengembangkan aplikasi finansial bagi koperasi secara online bernama coopRASI. Melalui aplikasi ini anggota dapat melihat simpanan, pinjaman, hingga Sisa Hasil Usaha (SHU) melalui smartphone. Diharapkan dengan aplikasi ini operasional koperasi dapat dilakukan secara digital dan praktis.

Berbagai kisah sukses koperasi dan kewirausahaan telah bermunculan dari berbagai penjuru Tanah Air. Lebih dari 400 karya jurnalistik pernah terkumpul dari puluhan media massa di Indonesia melalui ajang kompetisi PRAJA 2018 yang diinisiasi oleh Multi Inti Sarana Group (MIS Group), sebuah kelompok usaha yang juga memiliki komitmen mendorong tumbuhnya koperasi digital di Indonesia. 

Kini kompetisi PRAJA 2019 hadir kembali untuk menjadi jendela informasi dan inspirasi gerakan perkoperasian di Indonesia dalam merespons proses transformasi ekonomi di Indonesia; yang ditandai oleh ketersediaan infrastruktur yang baik serta semangat transparansi pemerintahan yang semakin kuat dalam mentransformasi etos kerja bangsa Indonesia melalui revolusi mental agar kualitas dan kemampuan anak bangsa bisa sejajar bahkan lebih dari negara lain. 

“PRAJA 2019 menyuguhkan sisi bisnis positif koperasi yang selama ini luput dari pengamatan masyarakat. Bagi generasi milenial, koperasi bisa menjadi alternatif terhadap penumbuhan iklim bisnis yang baru karena basisnya sudah lebih dulu tumbuh di tengah mereka, yaitu kekuatan komunitas,” jelas Irsyad Muchtar, Pakar Koperasi yang juga anggota Dewan Juri PRAJA 2019.

Pada ajang kompetisi PRAJA 2019 terdapat lima kategori yang dikompetisikan, yaitu Karya Tulis Jurnalistik, Karya Foto Jurnalistik, Karya Video Kreatif, Karya Tulis Blog, dan Ide Bisnis Koperasi. Karya yang diikutsertakan harus sudah dipublikasikan di media massa dan/atau media sosial peserta selama periode 1 November 2018 hingga 20 Oktober 2019. Pendaftaran dan pengiriman karya dimulai sejak 28 Agustus sampai dengan 22 Oktober 2019 melalui microsite praja2019.multiintisarana.com. Total hadiah mencapai 204 juta rupiah.

Pemenang kompetisi PRAJA 2019 akan diumumkan melalui akun media sosial PRAJA 2019, yaitu Instagram @praja.misgroup, Twitter @prajamisgroup, dan Facebook PRAJA MIS GROUP, serta website multiintisarana.com

Dewan Juri PRAJA 2019 terdiri dari:

Prof. Dr. Rully Indrawan – Sekretaris Kementerian Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah RI
Asnil Bambani – Ketua AJI Jakarta & Redaktur Tabloid Kontan
Hariyanto Boejl – Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia
Irsyad Muchtar – Pakar Koperasi & Pemred Majalah Peluang
Ita Luthfia – Head of Corporate & Marketing Communication MIS Group
M Kh. Rachman – Pakar Koperasi dan Kewirausahaan & CMO Sygma Innovation
Saptono Soemardjo – Senior Photo Editor ANTARA
Sheila Timothy – Produser Film, Pendiri Lifelike Pictures
Subroto – Redaktur Pelaksana Republika 

Malam Penganugerahan PRAJA 2019 akan diadakan pada tanggal 28 November 2019 di The Sultan Hotel Jakarta dan akan disebarkan melalui situs web multiintisarana.com dan media sosial PRAJA MIS Group. 

Pengalaman Merencanakan Pernikahan Harus Siapkan Mental

Dok.  Bekasi Wedding Exhibition Ngomongin soal nikah, tidak terlepas dari pembicaraan yang namanya lokasi atau tempat mempelai. Terkad...