Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Sabtu, 25 April 2020

Cat Tembok Premium tanpa Bau dan Manfaatnya

Biasanya, menjelang Idul Fitri semuanya serba baru tak terkecuali dengan hunian rumah yang di cat ulang dindingnya agar terlihat lebih fresh dan tidak bau.

Saya sendiri sudah terbiasa, saat menjelang Ramadhan hingga lebaran nanti menjadi rutinitas untuk bersih-bersih rumah.

Interior yang satu ini tentu saja menjadi perhatian bagi keluarga. Pasalnya, kalau dinding saja bau maka penghuni rumah menjadi tidak betah. Untuk itu, diperlukan cat tembok yang memberikan nuansa nyaman.

Apalagi, di tengah pandemi seperti sekarang ini. Berdiam diri di rumah adalah solusi untuk mencegah penyebaran wabah. 

Rumah menjadi tempat peristirahatan keluarga, disamping itu juga anak menjadi betah di rumah. 

Nah, kamu sendiri sudah bersih-bersih belum untuk menyambut lebaran nanti. Apakah rumah sudah dicat ulang?

Jangan sampai, kita sebagai orang tua tidak peduli terhadap isi rumah. Soalnya, kita ketahui bahwa kuman dan bakteri juga bisa menempel di tembok. 

Kita juga harus serius menjaga kebersihan rumah dari kuman dan bakteri. Mau tidak mau, cat tembok anti bakteri menjadi salah satu cara untuk membasmi kuman dan bakteri yang hinggap di tembok.

Saya juga ingin menerangkan sedikit produk dari avian brands yaitu produk cat tembok no odor medicare anti bakteri dan kuman. Sehingga keluarga, bayi dan anak di rumah dapat terlindungi.




Adapun manfaat dari cat tembok rumah No Odor Medicare ini adalah:

  • Anti bakteri dan kuman
  • Aman untuk anak dan bayi
  • Tanpa bau
  • Anti Jamur dan lumut
  • Warna tidak mudah pudar
  • Tanpa merkuri dan timbal
  • Bersertifikat Green Label Singapura 

Sebagai orang tua tentu saja berharap dengan adanya cat tembok yang memberikan manfaat luar biasa ini, orang yang ada di dalam rumah akan betah dan mau berlama-lama di rumah.

Karena yang terpenting adalah kebersihan rumah terutama tembok memberikan nuansa terindah bagi penghuni nya. Ini merupakan solusi di tengah pandemi. Kita perlu rumah yang tembok nya memberikan semangat positif dan juga memberikan rasa nyaman bagi keluarga.




Inilah yang paling dasar sebenarnya, dan harus dipikirkan matang-matang, selain daripada interior lain nya, cat tembok rumah harus juga dipikirkan kembali. Hemat saya, tembok yang fresh memberikan kesegaran penghuni meski saat ini hanya di rumah saja.

Jadi, meski di rumah saja tidak perlu lagi bosan apalagi bete bukan? di samping tidak bau temboknya, juga aman dari bakteri dan ini yang kita harapakan bukan? Penghuni rumah selain betah juga sehat semuanya.

Untuk itu, cat tembok no odor medicare memberikan jawaban untuk itu. Merawat rumah lebih baik daripada kita membiarkan nya. Padahal hanya cat tembok, namun memberikan andil besar bagi penghuni nya.

Langkah kongkrit di tengah pandemi adalah mengecat ulang tembok dengan cat tembok yang memberikan inspirasi saat berada di rumah.

Tidak hanya betah bagi yang berada di dalam rumah, bagi yang melihatnya pun merasakan hal yang sama. Keindahan dan estetika tembok sangat diperhatikan.

Mengingat, saat ini kita diperbolehkan di rumah saja. Selain kita melakukan aktifitas lainnya hanya berada di dalam rumah. Kalau saja, temboknya kurang memberikan gairah semangat bagi penghuni inya ini akan menjadi dilema. 

Hadirnya cat tembok ini memberikan segalanya buat kamu yang mau hidup sehat dan aman di rumah saja. Mumpung masih kumpul dengan keluarga, jangan sia-siakan kebersamaan tersebut. Sebab, bila tembok tidak bersih, kuman dan bakteri pun akan mengancam keberadaan keluarga di rumah.

Perlu kamu ketahui juga bahwa cat tembok No Odor Medicare ini diporses dengan teknologi tinggi sehingga cat tembok ini tanpa bau dan ramah lingkungan. Nah, jadi manteman.. Kenapa cat tembok ini tidak bau. 

Selain itu juga, untuk menciptakan ruangan yang aman dari pertumbuhan bakteri dan higienis bagi keluarga terutama untuk kamar anak dan bayi. 

Terakhir, cat tembok No Odor Medicare ini bersertifikat Green Label Singapura yang merupakan sertifikasi produk ramah lingkungan dengan kadar VOC-Volatile Organic Compound rendah.

Jumat, 10 April 2020

Perbedaan ini sering kali tidak diketahui orang padahal ini sangat penting agar tak salah. Virus influenza sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit yang ditularkan lewat udara terjadi karena kontak langsung, seperti bersin atau batuk. Penularan influenza juga bisa melalui non-kontak. Misalnya, menyentuh benda yang sudah tercemar virus.

Dalam banyak kasus, seseorang yang mengidap virus ini akan mengalami gejala ringan, seperti demam, batuk, bersin, lelah, nyeri otot, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Jika demam berdarah dengue (DBD) di musim penghujan nanti , kasus demam berdarah dengue  terus meningkat. Orang yang terserang penyakit ini juga akan mengalami demam, seperti halnya dengan pengidap flu. Lalu, seperti apa sih beda flu berat demam biasa dengan DBD?

Benarkah Tak Bisa Dibedakan?Pada dasarnya, demam memang menjadi tanda awal dari DBD. Tapi, sayangnya masih banyak orang yang sering terkecoh dengan demam flu biasa yang terjadi di musim hujan seperti saat ini. Lalu, bagaimana sih cara membedakan demam pada DBD dan flu? Ternyata dari keduanya memang sangat susah dibedakan Oleh sebab itu, bila pada hari ketiga demam tak menghilang, di hari keempat pengidapnya mesti melakukan tes darah. Pasalnya, demam yang tak kunjung turun mesti diwaspadai. Hal ini bisa saja menandai dari penyakit flu, DBD, ataupun tifus loh. 

Selain itu, yang harus diwaspadai adalah demam yang naik dan turun. Keadaan  ini kerap disebut sebagai fase pelana kuda. Oleh sebab itu, kondisi harus benar-benar dipantau walaupun masih banyak orang yang tidak menyadarinya atau sengaja mengabaikan. Padahal keadaan ini beresiko kecenderungan demam turun diiringi trombosit yang ikut menurun (gejala lain dari DBD).  Kemudian untuk memastikan gejala DBD, di hari keempat pengidapnya mesti melakukan tes darah atau dilakukan test tourniquet test atau Rumple leed. 

Bagiamana dengan gejala yang dimunculkan ? Meski demam pada flu berat dan DBD tidak bisa dibedakan, namun setidaknya kedua penyakit ini memiliki gejala lain yang berbeda. Demam berdarah, misalnya. Pengidap demam berdarah akan mengalami nyeri sendi, otot, dan tulang. 

Nyerinya akan terasa setelah demam muncul. Demam berdarah juga bisa menyebabkan pengidapnya sakit kepala parah, mual, dan muntah.Jangan Khawatir jika kulit pengidap demam berdarah akan muncul bintik merah itu terjadi karena akibat pendarahan. Bila ditekan, bintik ini tak akan pudar. Lalu biasanya jika sampai parah pengidap demam berdarah biasanya akan mengalami mimisan dan perdarahan ringan pada gusi.

Sedangkan untuk Gejala flu akan mulai berkembang dalam kurun satu hingga tiga hari pasca terinfeksi virus. Beberapa gejala yang biasanya dialami, seperti demam, pegal-pegal, batuk kering, sakit kepala, bersin-bersin, hidung tersumbat atau beringus, nafsu makan menurun, sulit tidur, menggigil, hingga sakit tenggorokan. Biasanya, sebagian besar pengidap flu ini akan pulih dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. Tapi, ada pula loh sebagian orang yang masih mengalami batuk dan lelah hingga beberapa minggu ke depan.

Jadi, sebelum mengambil keputusan dilihat dulu apakah gejalanya sesuai dengan demam berdarah atau tidak jangan sampai ternyata kita hanya demam biasa tetapi suah panic karena takut terkena demam berdarah. Perhatikan juga jangka waku kenaikan suhu saat demam untuk bisa memastikan. Jika memang menunjukkan gejala demam berdarah segea periksakan kedokter agar tidak terjadi komplikasi.

Diamondland Properti Milenial yang perlu kamu miliki

Diamondland Properti Milenial yang perlu kamu miliki  Meski di rumah, kamu sendiri tetap semangat kan jalani hari ini. Kalau saya sih iya ma...