Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Senin, 05 Oktober 2020

Astragraphia Ingin Wujudkan UMKM Naik Kelas

Kelas Asik Jogja

Ditengah pandemi seperti sekarang yang kita perlukan adalah belajar memahami proses apapun dalam hal bisnis, termasuk mempelajari
panckaging atau kemasan yang menarik untuk semua produk yang dipasarkan. Sehingga UMKM di Indonesia naik kelas. 

Melalui Kelas Asik Jogja peserta diajak untuk belajar pengalaman dari PT AstraGraphia Tbk (ASGR) (“Astragraphia”). Dengan empat pembicara yang sangat handal, diantaranya ada King Iriawan Sutanto - Direktur Astragraphia, Ibu Fitri Yuliani - Corporate Communications Astragraphia,  Yohanes Puguh - Yogyakarta Representative Astragraphia.

Semangat teman-teman Astragraphia  dalam memberikan materi sangat bermanfaat bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang merasakan dampak akibat pandemi Covid-19.

Untuk itu, Astragraphia gelar Kelas Asik Jogja untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal. Hadir 50 pelaku UMKM lokal Yogyakarta yang bergerak di Industri Kreatif, khususnya yang berada di subsektor fesyen, kuliner, dan kriya dengan omzet 1 juta hingga 25 juta rupiah perbulannya.

Dalam kesempatan acara Kelas Asik Jogja, King Iriawan Sutanto, Direktur PT Astra Graphia Tbk menyampaikan bahwa  Astragraphia dengan fokus usaha di bidang printing and digital services, turut mendukung penuh bangkitnya industri kreatif selama masa pandemi dengan program pelatihan terkait teknologi pencetakan dan pembuatan kemasan/ label yang kreatif dan penyediaan fasilitas pemasaran produk UMKM. Hari ini, dukungan kami wujudkan melalui Kelas ASIK Jogja kepada para pelaku industri kreatif di Yogyakarta.

"Kelas ASIK Jogja adalah singkatan dari Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif di Yogyakarta berupa pelatihan daring mengenai teknologi digital printing dan workshop mengenai creative packaging & labelling," kata King dalam acara yang digelar lewat Kelas Asik Jogja (30/9).

Industri kreatif tentu saja sangat perlu sekali mendapatkan informasi terkait UMKM ini. Pelatihan daring Kelas ASIK ini merupakan inovasi dalam kegiatan kontribusi sosial Astragraphia selama masa pandemi. Sejak awal tahun 2000, Astragraphia aktif memberikan pelatihan kompetensi kepada siswa menengah kejuruan, mahasiswa/i, maupun pelaku usaha.

King menjelaskan, pelatihan Kelas ASIK Jogja dilakukan oleh karyawan Astragraphia yang kompeten di bidangnya kepada 50 UMKM subsektor fesyen, kuliner, dan kriya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain pelatihan, peserta kelas ASIK Jogja mendapatkan fasilitas publikasi produk usaha gratis melalui kanal digital Astragraphia, yaitu OFiSKITA dan fasilitas pencetakan materi promosi usaha gratis di beberapa print shop (Graphic Art Partner) Astragraphia yang berlokasi di Yogyakarta.

Setelah melakukan audiensi dengan berbagai pihak, pihaknya melihat bahwa kualitas produk dan promosi UMKM Indonesia perlu didukung secara menyeluruh. Selain mengutamakan kualitas produk yang ditawarkan UMKM di pasar, tampilan produk baik berupa kemasan, label, maupun beragam materi promosi produk lainnya sangat menentukan peningkatan nilai jual dan omzet usaha.

"Kami menyadari bahwa hal ini selaras dengan fokus bisnis Astragraphia. Oleh karena itu, Astragraphia secara konsisten menyelenggarakan rangkaian Kelas ASIK sebagai bentuk public contribution Astragraphia untuk mendukung industri kreatif di Indonesia,” ungkap King.

Ia menambahkan, Astragraphia memiliki semangat dan komitmen untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif di Indonesia dari beberapa tahun terakhir dengan berbagai aktivitas yang dilakukan dari kota ke kota dengan menggandeng berbagai pihak, baik dari lembaga pemerintahan, asosiasi profesi, yayasan, hingga komunitas.

"Berdasarkan hasil survei internal, sebesar 96% pelaku usaha mikro dan kecil yang merupakan peserta Kelas ASIK periode sebelumnya sepakat bahwa kemasan dan label produk berperan penting terhadap kelangsungan bisnis. Namun, selama masa pandemi Covid-19 sebesar 74% mengaku penjualannya menurun dibandingkan sebelum masa pandemi," jelas King.

Lebih dekat dengan PT Astra Graphia Tbk (ASGR)

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) (“Astragraphia”) adalah perusahaan publik yang didirikan pada tahun 1975 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1989. Sebagai pilar bisnis Astra di bidang teknologi informasi, Astragraphia fokus pada ruang lingkup bisnis Printing and Digital Services. Astragraphia memiliki portofolio bisnis Document Solution dengan mitra eksklusif Fuji Xerox, menghadirkan solusi end-to-end mulai dari kebutuhan cetak personal, perkantoran, Graphic Art hingga managed print services.

Astragraphia memiliki entitas anak yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) yang melayani kebutuhan Solusi Teknologi Informasi, khususnya Digital Services melalui kolaborasi dengan mitra strategis kelas dunia maupun solusi sendiri yang mencakup hardware, software, services dan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) yang hadir sebagai One Click Office Solution dengan menyediakan solusi bagi segala kebutuhan kantor melalui AXIQoe.com yaitu layanan e-commerce B2B dan B2G terdepan di Indonesia, PrintQoe.com yakni layanan online printing B2B dan B2G pertama di Indonesia, serta CourierQoe yang merupakan layanan logistik dan distribusi bagi B2B dan B2G. Informasi lebih lanjut, kunjungi www.astragraphia.co.id

Tentang Kelas ASIK

Kelas ASIK yang merupakan singkatan dari Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif, adalah salah satu bentuk program public contribution Astragraphia untuk mendukung industri kreatif di Indonesia. Program ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan berkelanjutan secara daring oleh karyawan Astragraphia mengenai teknologi digital printing, creative packaging & labellingteknologi informasi, serta online promotion. Astragraphia juga memfasilitasi UMKM dalam mempromosikan produk usaha melalui kanal digital Astragraphia, yaitu OFiSKITA.

Di masa pandemi ini, Astragraphia menyelenggarakan Kelas ASIK secara daring dan telah menjangkau lebih dari 270 UMKM yang bergerak di industri kreatif, yaitu kuliner, fesyen, dan kriya yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan dengan omzet 2 juta hingga 400 juta rupiah perbulannya.

Selain itu, Astragraphia menggandeng total 10 pemain Graphic Art (print shop) yang juga merupakan UMKM untuk meningkatkan jumlah cetaknya dari pelaku UMKM peserta Kelas ASIK.

Program Kelas ASIK diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan brand awareness dan omzet penjualan agar mampu mewujudkan UMKM yang berdaya saing, go-online, dan naik kelas.

Tentang Kelas ASIK Jogja

Kelas ASIK Jogja atau Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif di Yogyakarta, merupakan pelatihan daring yang dilakukan oleh karyawan Astragraphia mengenai teknologi digital printing serta workshop mengenai creative packaging & labelling kepada 50 UMKM yang bergerak di Industri Kreatif khususnya di subsektor fesyen, kuliner, dan kriya, yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Selain memberikan pelatihan, Astragraphia juga akan mempromosikan produk usaha para peserta melalui kanal digital Astragraphia, yaitu OFiSKITA dan memfasilitasi kebutuhan pencetakan materi promosi kepada pelaku UMKM dengan menggandeng beberapa print shop (Graphic Art Customer) Astragraphia yang juga termasuk dalam kategori pelaku UMKM.

Hal ini Astragraphia lakukan karena kualitas produk dan promosi UMKM Indonesia perlu didukung secara menyeluruh. Selain mengutamakan kualitas produk yang ditawarkan UMKM di pasar, tampilan produk baik berupa kemasan, label, maupun beragam materi promosi produk sangat menentukan peningkatan nilai jual dan omzet usaha.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nyobain Kuliner Jakarta Nasi Peda Pelangi SCBD

Nasi Peda Pelangi  Menu siang kali ini saya memesan dua varian rasa yaitu nasi peda yang isinya nasi putih, peda dengan jagung, kering kenta...