Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Sabtu, 14 Agustus 2021

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Cinta Menghidupkan Semangat


Jangan kecewakan orang yang berlindung di hatimu. Bukti keseriusan Zainudin memang tidaklah dibuat-buat. Hatinya yang tulus tidak serta merta diterima begitu saja, ia terbentur dengan adat.

 

Zainudin yang berasal dari bukan daerahnya, menjadi sebab ia tak diterima datuk yang merupakan tetua adat dalam film tersebut.

 

Zainudin yang dianggap tidak bersuku dan tidak memiliki keturunan yang jelas menjadi alasan kuat tidak diterima saat pengembaraan ilmunya dan jatuh cinta pada bunga desa yang cantik nan jelita, Hayati.

 

BACA JUGA:

Film 99 Nama Cinta, BerpikirPositif Hadapi Masalah

Review Film: Ali & Ratu-ratu Queens, Kebahagiaan Harus Diperjuangkan

Film Temen Kondangan Tayang 30Januari 2020.. Nonton yuk!

Film Meet Me After SunsetMatahariku Akan Selalu Ada

 

Meski cara pacaranpun yang sangat sopan, tetap Zainudin harus pergi dari perkampungan tersebut. Ia diusir lantaran bukan dari sukunya.

 

Adat yang dijunjung tinggi membuat alasan kuat bahwa Zainudin pindah ke Padang Panjang dan belajar agama di rumah engku labay. Disitulah ia menemukan dirinya.

 

Janji tinggalah janji, Hayati lebih memilih orang lain. Meski zainudin dalam kepergiannya diberi azimat berupa kerudung yang selalu dikenakan Hayati. Cinta yang konon katanya menghidupkan pengharapan itu, kini hadir menjelma menjadi kesedihan yang sangat mendalam bagi zainudin.

 

Ditengah guncangan yang mendera Zainudin, ia disadarkan oleh bang Muluk. Bahwa dirinyalah yang membawa zainudin keluar dari keterpurukan dan berdamai dengan masalah yang ia hadapi.

 

Syukurlah, kegigihan dan semangatnya hidup kembali berkat bantuan dari bang muluk yang dengan tekad kuat akan menjadi teman zainudin dalam pengembaraannya ke tanah Jawa yakni Batavia.

 

Berbeda dengan kehidupan hayati berkecukupan dan hidup mewah dipersunting aziz orang kaya di negerinya. Zainudin bermodalkan mesin tik dan menulis gubahan dan pengalaman hidupnya lewat cerita bersambung “teroesir” yang kian hari laku keras dibaca seantereo negeri.

 

Tak disangka lewat gubahan dan hikayat yang dimiliki zainudin menjadi orang yang sangat sukses dan menjadi orang kepercayaan. Tak berlangsung lama, zainudin pun mendapatkan amanah untuk mengelola percetakan yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

 

Di Surabayalah, zainudin betul-betul kesuksesannya dapat dirasakan. Selain membeli rumah yang megah dan mobilpun ia miliki. Lantas semua itu berkat kegigihannya yang dibantu bang muluk.

 

Diceritakan azis dan hayatipun tinggal di Surabaya sudah tiga bulan lamanya, dan akhirnya bertemu dalam sebuah acara yang digelar Klub Sumatera yang menggelar kegiatan tersebut dengan sutradara dan produser yakni Zainudin atau Tuan Shabir.

 

Disinilah kebesaran hati zainudin diuji dengan kehadiran hayati di dalam rumahnya. Lantaran azis yang terlilit masalah, yang kemudian hayati tinggal di rumah milik zainudin.

 

Hati besar zainudin yang menganggap hayati sebagai sahabat meskipun aziz sendiri telah meninggalkan hayati di rumahnya. ia masih mengingat betul kejadian masa lampau yang cintanya dicampakkan oleh keadaan.

 

Ia sadar, lantaran dirinya sudah menganggap hayati sebagai sahabat dan tidak lebih. Meskipun hayati dan zainudin sudah mengakui bahwa dirinya sudah tidak ada perasaan apapun. Namun tetap hayati harus dipulangkan dengan ongkos dan kehidupannya ditanggung.

 

Akhirnya, hayati mengikuti anjuran dari zainudin untuk pulang ke hampung halaman. Dan disinilah ia naik Kapal Van Der Wijck hingga kapal ini tenggelam yang membawa hayati.

 

Cinta zainudin yang begitu besar kepada hayati, namun seolah-olah tidak mencintainya.

 

Itulah sekelumit cerita dalam film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” yang sangat menginspirasi. Kisah ini memberikan pesan, jatuh cinta seperlunya agak tidak sakit manakala tidak sesuai dengan keadaan.

 

Semangat zainudin membawa cakrawala baru dengan kahlian yang membawa dirinya menuai kesuksesan. Fokus dan ulet serta tidak lepas dari kedekatan dengan Tuhan pastinya, zainudin sukses gemilang dengan perih keringat ia jalani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Cinta Menghidupkan Semangat

Jangan kecewakan orang yang berlindung di hatimu. Bukti keseriusan Zainudin memang tidaklah dibuat-buat. Hatinya yang tulus tidak serta mert...