Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Selasa, 03 Agustus 2021

Review Film: Ali & Ratu-ratu Queens, Kebahagiaan Harus Diperjuangkan




 

Film ini diperankan oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Ali, Ibnu Jamil sebagai bapaknya dan Istrinya bernama Marissa Anita atau Mama Mia.


Tak berlangsung lama, sepeninggal ayahnya, ia merindukan sosok ibunya yang pergi ke New York. Untuk itu, dia menyewakan rumah yang ditinggalkan mendiang ayahnya untuk pergi ke New York untuk bertemu dengan ibunya.


Berbekal dari hasil pembayaran sewa rumahnya, Ali berangkat ke New York seorang diri. Ia pun bergegas naik pesawat Indonesia ke negeri paman sam tersebut.

Baca Juga:

Film Meet Me After Sunset Matahariku Akan Selalu Ada

Temen Kondangan 


Setibanya di Amerika Serikat, ia langsung menuju ke apartemen yang dihuni oleh tante-tante Indonesia yang sudah lama tinggal, karena sebelumnya mamahnya tinggal di Apartemen tersebut.


Ia yang begitu kelihatan polosnya, langsung ke apartemen tersebut. Ia diminta membayar 1500 dollar untuk selama tinggal. Ia bersama Ratu-ratu Queens yakni, Party (Nirina Zubir), Biyah (Asri Welas), Ance (Tika Pangabean), dan Chinta (Happy Salma).


Tidak hanya itu, tante-tante yang tinggal disana sangat care dan membantu Ali dalam menemukan mamanya yang selama ini tidak pernah kembali ke Indonesia.


Tidak lama kemudian, ia menemukan rumah kediaman mamanya di Ford Garden, yang merupakan tempat tinggal mewah. Ali pun dengan senang memasak rendang untuk dipersiapkan ketemu ibunya.


Sesampainya di Apartemen mamanya, bukan hanya Ali yang sedih. Saya sebagai penonton pun ikut dibuat sedih, lantaran ibunya tak merespon Ali. Padahal ikatan batin seorang ibu tentu saja sangat kuat.


Namun, kehadiran Ali tak disambut dengan baik oleh mamanya. Ia disambut dengan kondisi yang sangat dingin. Ia termenung dan kaget pastinya, sambil jalan, saking rindunya ia mengindahkan kesehatan dirinya hingga dia muntah ditengah jalan.


Film ini tambah menarik, lantaran tante-tante yang ada di apartemen ikut membantu Ali dengan optimis. Tadinya ali tidak mau bercerita apa yang dialaminya, akan tetapi berkat zulkifli teman sebaya di kampungnya, akhirnya menceritakan bahwa dirinya tidak diterima oleh mamanya.


“Dalam hidup perlu masalah, karena dengan masalah kita jadi lebih pintar, juga aura positif akan selalu mengikuti kita” kata tante Chinta.


Tante-tante dalam apartemen itu saat mendengar kondisi Ali yang diperlakukan seperti itu, mereka tidak terima langsung bergegas ganti baju dan mau menghampiri. Namun Ali begitu emosional saat tante-tante tersebut mau menghampiri mamanya. Ali nampak kesal dan marah apa yang dilakukan ibu-ibu tersebut.


Tidak lama kemudian, tante-tante tersebut meminta maaf, karena tidak mendengarkan Ali yang dianggap sebagai anak kecil. Kemudian, tante-tante tersebut mengajak Ali untuk makan bersama.


Wajah yang sumringah, Ali dijaga oleh tante-tante yang memberikan semangat untuk tetap tinggal di Newyork, meski sebelumnya Ali mau pulang ke Indonesia.


Dalam adegan saat Ali mau makan di street food, ali mendapatkan makanan gratis dari pemeran lucifer yang menjadi koki. Ia pun begitu semangat menyambutnya.


“ibumu, ibumu, ibumu baru bapakmu” pesan pemeran lucifer sambil memberikan makanan kepada Ali.


Ia pun diajak jalan-jalan sama tante-tante apartemen tersebut untuk mengelilingi Kota Newyork.


Suatu ketika, pagi-pagi Ali masih penasaran dengan sosok mamanya. Alhasil dengan mengikuti mamanya dari rumah yang membawa putrinya ke tempat menggambar, ia kemudian melihat mamanya bersama putrinya. Mamanya pun melihat ali dan menghampiri dan menceritakan bahwa suami yang dikampungnya sudah meninggal tiga bulan yang lalu akibat serangan jantung.


Mamanya kemudian meminta kontak ali, akhirnya apa yang diharapkan ali untuk ketemu ibunya berhasil juga ia raih.


Saat bertemu dengan Mamanya, ali begitu sedih. Saat ibunya menceritakan bahwa ayahnya tak menghargai dirinya hingga ia diceraikan. Ali mau mamanya pulang ke Indonesia, namun mamanya mengatakan tak semudah itu pulang ke Indonesia lantaran dirinya sudah memiliki suami dan anak di Newyork.


Selang beberapa hari kemudian. mamanya mengirimkan cek kepada tante party, ia memohon agar Ali pulang ke Indonesia karena keluarga dirinya tidak menerima. Kalau Ali tetap memaksa masuk ke kehidupannya, yang ada dirinya dan keluarganya selesai.


Ali pun tidak terima dengan cek yang diberikan tante party, ia menuduh bahwa tante-tante tersebut dibayar untuk mengusir dirinya dan menganggap iri pada mamanya yang sudah dianggap sukses hidup di Newyork.


Ali kemudian mengurung diri tidak terima dengan apa yang dilakukan ibu-ibu di apartemen.


Ali juga menganggap ibu-ibu yang di apartemen itu berbohong, dengan membawa semua tas dan peralatan menggambarnya ia pergi ke apartemen mamanya. Dengan ketukan keras di depan pintu, saat ibunya keluar dari pintu mamanya begitu marah dan ali mau menginap di rumahnya.


Ali ditarik keluar oleh mamanya, untuk pulang ke Indonesia. Sedih melihat kondisi ali yang tidak diterima oleh mamanya. Ali pun langsung menemui eva kemudian memeluk eva dengan mata yang berkaca-kaca.


Ali menginap satu malam sama eva. Kemudian paginya ia kembali ke apartemen tante-tante dan meminta maaf dengan menampilkan video yang dibuatnya. Ia meminta maaf dengan apa yang selama ini diperbuat. Ia juga sudah merelakan, mamanya tidak menganggap dirinya. Akan tetapi ia menemukan keluarga bersama 4 ratu-ratu yang menerima dengan semangat dan optimis.


Pelajaran yang sangat berharga dari film ini adalah, meski kita tidak diterima oleh orang yang kita cintai, selalu ada cara dan jalan Tuhan untuk senantiasa memberikan hambaNya kebahagiaan yang tak terhingga dengan jalan lainnya yang tidak disangka-sangka. Tentu saja dengan kesabaran, keuletan dan dispilin.


Sampai disini dulu ya, next saya mau mereview film lainnya yang tidak kalah menariknya dengan film ini. Barangkali ada pembaca yang mau memberikan masukan kira-kira film apa yang perlu ditonton. Nanti saya akan tonton dan mereview kembali. Jangan lupa komen yaa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Cinta Menghidupkan Semangat

Jangan kecewakan orang yang berlindung di hatimu. Bukti keseriusan Zainudin memang tidaklah dibuat-buat. Hatinya yang tulus tidak serta mert...