Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Sabtu, 17 Desember 2022



Menarik untuk membaca kisah dari Danar Vhisnu yang berjudul ‘Di Hantam Pandemi, Intan Merah Penyelamat Bhumi Phala’ yang menjadi salah satu pemang lomba Astra Bulanan. Hal ini menjadi pemantik buat saya sebagai blogger mengisahkan cerita yang inspiratif dan positif di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu.

Ternyata masih ada sebuah harapan di Desa Muncar Kabupaten Temanggung, yakni sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Desa ini terletak di dataran tinggi tiga gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau dengan luas sekitar 943 hektar. Muncar dikenal sebagai penghasil tembakau, budidaya kopi robusta, dan komoditas pertanian lainnya. Namun, kopi hanyalah tanaman pelarian. Tembakau adalah tanaman utama bagi petani atau biasa disebut sebagai "emas hijau."

Salah satu yang menjadi penggerak program DSA Temanggung sejak tahun 2018 adalah Achmad Sofiyudin, 27. Ia di tahun 2017 telag mengikuti ajang SATU Indonesia Award, dan berhasil meraih apresiasi tingkat provinsi bidang lingkungan. Lelaki yang akrab disapa Sofi yang mengembangkan desa wisata berbasis masyarakat dan komunitas sejak tahun 2016. 

Seperti disebutkan dalam artikel tersebut bahwa PT Astra International Tbk menghadirkan program Desa Sejahtera Astra sebagai bentuk kontribusi sosial berkelanjutan yang fokus pada pemberdayaan kewirausahaan di tingkat desa sesuai dengan potensi desa masing-masing. Perusahaan otomotif tersebut ikut andil memberikan secara gratis bagi warga desa berupa pendampingan, pelatihan, bantuan prasarana, hingga fasilitas modal dan pemasaran produk. Baik Nasional maupun internasional. 

Astra Riza Deliansyah selaku Deputy Chief of Corporate Affairs mengatakan, program DSA ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dan menginspirasi pembangunan yang berkualitas sebagai komitmen Astra dalam mendukung semangat Sustainable Development Goals (SDGs).

Sofi yang merupakan kelahiran Temanggung 2 Juli 1995 itu tidak ingin petani kopi seperti petani tembakau. Meski tembakau itu emas hijau. Akan tetapi, menanam dan menjual tembakau tak membuat petani kaya. Banyak petani yang terlilit hutang oleh pembeli tembakau. Tembakau merupakan tanaman monokultur yang dapat merusak tanah, dan tidak mampu untuk menunjang kehidupan petani. Oleh karena itu Ia ingin petani kopi sejahtera dan bermartabat.

Sofi pada tahun 2018 pernah mampir di PT Astra International Tbk menjadi penggerak DSA di Temanggung. Memiliki moto Swadaya Bumi Phala dan bersemboyan Bersenyum (Bersih, Sehat, dan Nyaman untuk Umum). Awali hanya mendampingi 3 desa, di 2020 bertambah menjadi 4 desa, kemudian di 2021 ia mendampingi 14 desa.

“Awalnya cukup sulit untuk meyakinkan para petani," Salah satu cara yang dilakukan adalah memberi pemahaman ke petani untuk memetik biji kopi yang sudah berwarna merah. Sedangkan biji kopi yang masih berwarna hijau tidak perlu dipetik. Istilah ini dikenal dengan sebutan petik merah. Biji kopi berwarna merah memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biji kopi berwarna hijau. Selain itu, Sofi mengajak para petani kopi untuk bergabung dalam kelompok-kelompok tani. Kami mengajarkan mereka untuk melakukan kemitraan. Meskipun ekonomi skalanya kecil, tapi berkelanjutan. Oleh karena itu, pandemi tidak memberi kita banyak impact-nya, karena kita solid,” kata Sofi menambahkan. 

Ada beberapa yang dikenalkan Sofi soal konsep para-para. Para-para ini adalah tempat penjemuran biji kopi yang terbuat dari kayu dengan tinggi sekitar 140 cm dan tidak menapak di tanah. 

Sofi bekerjasama dengan 10 kelompok tani (Poktan) kopi robusta yang beranggota 300 orang di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Temanggung. Kelompok tersebut berfungsi membantu petani dengan pola kemitraan dan kewirausahaan pertanian.

Kemudian di 2019, Mulai melakukan pengembangan standar dan kompetensi produk unggulan kawasan setiap DSA. Penguatan kelembagaan dengan manajemen satu pintu.  

Saat ini kopi menjadi agrikultur andalan dan menjadi penghasil tambahan para petani di Temanggung. Sofi juga menambahkan, Desa Muncar ini adalah satu dari 14 desa yang dibina Astra melalui DSA. 

Desa Muncar kini menghasilkan kopi robusta yang sudah terbang ke negeri Kincir Angin. Kopi yang dibawa ke Belanda ini berkualitas sangat baik dengan harga lebih dari Rp 40 ribu per kilogram. Ini lebih tinggi dibanding harga level petani yang sekitar Rp 26 ribu per kilogram. Hal ini bisa menambah pendapatan para petani kopi. 

Dukungan Astra untuk DSA Temanggung harus menjadi pemantik semangat bagi keberlanjutan perkembangan ekonomi selanjutnya. 

Secercah Harapan Lewat ‘Emas Hijau’ di Temanggung, Astra Hadir

Menarik untuk membaca kisah dari Danar Vhisnu yang berjudul ‘ Di Hantam Pandemi, Intan Merah Penyelamat Bhumi Phala ’ yang menjadi salah sat...