kabarilman.com

Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Sabtu, 28 Maret 2020

Fadjroel Rahman. Dok Pedoman.co
Sudah tau semua kan, gelaran pilkada 2020 segera digelar. Namun, musibah covid-19 masih ada. Untuk itulah Pemerintah mengapresiasi atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menunda sejumlah tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Keputusan tentang penundaan ini, tertuang dalam surat bernomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 yang ditandatangani pada 21 Maret 2020.
Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman mengatakan, setidaknya ada empat tahapan Pilkada yang ditunda pelaksanaannya. Pertama, pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS. Kedua, verifikasi syarat dukungan calon kepala daerah perseorangan. Ketiga, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih dan yang terakhir adalah tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.
“Langkah penundaan ini sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, agar semua daya upaya negara digunakan untuk menyelamatkan seluruh Rakyat Indonesia,” ujar Fadjroel di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).
Adapun penundaan tersebut, lanjut Fadjroel, tidak termasuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara yang rencananya akan dilaksanakan pada 23 September 2020. Hal ini masih dalam tahap pembahasan mengikuti perkembangan penanganan Covid-19.
“Demokrasi dan Pilkada Langsung yang merupakan amanat Konstitusi UUD 1945 dan agenda Reformasi 1998 adalah prinsip utama Pilkada 2020, walaupun ada penundaan tahapan Pilkada, samasekali tidak melanggar prinsip utama tersebut,” pungkasnya. (ndr)
Fadjroel Rahman, dok pedoman.co
Jangan lupa tetap semangat ya manteman. Ajak keluarga, tetangga, teman untuk selalu cuci tangan dan menjauhi kerumunan. Ini adalah sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini.
Mengutip dari laman pedoman.com terkait implementasi respon Covid-19 salah satu unsurnya adalah mekanisme ‘pembatasan sosial’, yaitu penjagaan jarak fisik ketika di tempat umum (physical distancing), kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah.
Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman menyampaikan, Presiden Jokowi secara tegas dan berulang telah menyampaikan ini kepada kelembagaan Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid 19 (Gugus Tugas Covid 19).
“Pada konteks negara demokrasi, termasuk Indonesia, partisipasi warga menjadi kunci utama meraih kesuksesan dari tujuan sistem. Pembatasan sosial merupakan mekanisme yang bertujuan memotong persebaran virus,” ujar Fadjroel pada akhir pekan ini.
Menurutnya, sebagian masyarakat secara sadar dan kritis mengikuti mekanisme pembatasan sosial. Namun, sebagian lain masih belum menciptakan partisipasi ideal terkait mekanisme pembatasan sosial.
Secara kelembagaan negara demokrasi, sistem yang telah dibangun dalam konteks penanganan krisis, lanjut dia, memiliki kewenangan untuk mendisiplinkan atau menciptakan tindakan tegas (benevolent governance) demi kepentingan dan kebaikan umum. Oleh karenanya, POLRI sebagai bagian dari sistem Gugas Tugas Covid 19, mengeluarkan Maklumat Kapolri tentang “Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (CoViD – 19)” yang ditandatangani Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M. Si, pada tanggal 19 Maret 2020.
Adapun dasar hukum dari tindakan tegas (benevolent governance) Polri melakukan pembubaran kerumunan dan menjaga pembatasan sosial yang aman adalah Pasal 212, Pasal 214, Pasal 216 ayat 1, dan Pasal 218 KUHP. Pasal 212 KUHP dapat digunakan terhadap mereka yang melakukan upaya perlawanan saat dibubarkan oleh Polri. Pasal 214 diperuntukkan bagi mereka yang melakukan perlawanan dan terdiri dari dua orang atau lebih. Sementara untuk Pasal 216 ayat 1 dan Pasal 218 dapat dipakai untuk mereka yang tidak menaati himbauan polri namun tidak melakukan perlawanan.
Kerumunan massa yang dimaksud dijabarkan dalam poin nomor 2 Maklumat Polri ini termasuk; (1) pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan, atau semacamnya. (2) Selain itu juga kegiatan konser musik, olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval, serta kegiatan lainnya.

Berdasarkan maklumat tersebut, kata Fadjroel, Polri menindak tegas aktivitas massa dan kerumunan. Sampai pada Kamis, 26 Maret 2020 telah dilakukan 1.731 kali pembubaran massa dan kerumunan. Pendekatan tindakan tegas Polri sampai saat ini masih dalam tingkat sangat demokratis, yaitu dialog dan ajakan.
Presiden Joko Widodo mendorong agar sistem penanganan Covid 19 yang dilaksanakan oleh Gugas Covid 19 bekerja secara cepat dan tepat. “Keselamatan kesehatan dan daya sosial ekonomi harus bisa diwujudkan. Hal ini karena “Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto),” katanya.


Kepolisian RI bergotong royong menghadapi pandemi virus korona atau Covid-19 di dalam negeri. Kegiatan ini tersebar di beberapa wilayah kepolisian daerah, antara lain Polda Sumatera Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda Jawa Timur, dan Polda Bengkulu.
Dalam laporan Polri yang diterima pedoman.co, Minggu (29/3/2020) menyebutkan bahwa kegiatan tersebut yang berlangsung sampai Sabtu 28 Maret 2020 sebanyak 76.941 kegiatan, merupakan upaya Polri dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Kegiatan tersebut diantaranya edukasi kepada masyarakat sebanyak 18.739 kegiatan, uublikasi Humas sebanyak 35.909 kegiatan, Pembubaran massa sebanyak 9.715 kegiatan, bersih-bersih/kerja bakti mako dan asrama sebanyak 5.520 kegiatan, dan penyemprotan disinfektan bersama Dinkes dan TNI sebanyak 7.058 kegiatan. (ndr)

Jumat, 27 Maret 2020

Presiden Jokowi. Dok Pedoman.co

Sejumlah pemimpin negara menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Joko Widodo atas wafatnya Sang Ibunda Hj. Sudjiatmi Notomihardjo pada 25 Maret 2020 yang lalu.
Raja Salman dari Arab Saudi sampaikan duka citanya kepada Presiden Jokowi saat membuka pertemuan KTT Luar Biasa G20 secara virtual, Kamis malam waktu Indonesia, 26 Maret 2020.
Melalui surat resmi yang diterima oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden dari Kementerian Luar Negeri, para pemimpin negara yang juga menyampaikan belasungkawa diantaranya Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Presiden Singapura Halimah Yacob, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
“Dengan rasa berdukacita dan amat terharu mendengar berita mengenai kembalinya keRahmatullah Ibu kepada Tuan yang terutama. Beta ingin menyampaikan ucapan takziah dan simpati yang mendalam,” sebagaimana tertulis dalam surat dari Sultan Hassanal Bolkiah.
Selain itu, Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri PEA Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dan Putra Mahkota Abu Dhabi, PEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), juga turut menyampaikan belasungkawa.
“Kami turut berduka mendengar kepergian Ibunda Yang Mulia Bapak Presiden, kami turut bersimpati dan belasungkawa tulus kepada Yang Mulia Bapak Presiden, pemerintah Republik Indonesia dan keluarga Bapak Presiden,” ucap ketiga pemimpin PEA tersebut.
Selain melalui surat, Putra Mahkota Abu Dhabi MBZ juga sampaikan duka citanya melalui akun Twitternya.
“Saya berduka atas meninggalnya Ibunda teman saya, Joko Widodo, Presiden Indonesia. Saya sampaikan simpati yang mendalam untuk keluarga. Semoga Allah mengasihi Almarhumah, mengampuni, dan menjadikan Surga tempat peristirahatannya, dan keluarganya diberikan kesabaran dan ketabahan,” cuit MBZ.
Ungkapan belasungkawa juga datang dari Sultan Oman Haitham Bin Tarik, Perdana Menteri Bahrain Shaikh Khalifa Bin Salman Al Khalifa, Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin melalui akun Twitter resminya. (Sumber: BPMI Setpres)
Presiden Jokowi dok pedoman.co
Berdasarkan informasi dari Pedoman.co, Keluarga besar Presiden Joko Widodo menggelar tahlilan dan doa bersama untuk mendiang Sudjiatmi Notomihardjo, ibu Presiden Joko Widodo, yang wafat dalam usianya yang ke-77 pada Rabu, 25 Maret 2020. Presiden sendiri tiba di Kota Surakarta sekira pukul 18.23 WIB dan hadir dalam acara tahlilan dan doa bersama tersebut.
Untuk diketahui, kemarin, selepas mengantarkan almarhumah menuju tempat peristirahatan terakhirnya, Kepala Negara tidak mengikuti acara tahlilan dan doa bersama keluarga. Saat itu, Presiden langsung bertolak menuju Istana Kepresidenan Bogor untuk mengikuti KTT Luar Biasa G20 bersama sejumlah pemimpin dunia melalui telekonferensi membahas penanganan pandemi Covid-19.
Acara tahlilan dan doa bersama yang kali ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo digelar pada Jumat malam, 27 Maret 2020, sekira pukul 19.30 WIB di kediaman almarhumah.
Kegiatan yang dipimpin oleh K.H. Abdul Karim (Gus Karim) tersebut digelar secara terbatas untuk menghindari adanya kerumunan dengan hanya dihadiri oleh keluarga besar dan sejumlah santri dari Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy. (Sumber: BPMI Setpres)

Kamis, 26 Maret 2020


Pemerintah akan mempercepat implementasi Kartu Pra Kerja pada akhir Maret 2020. Kartu Pra Kerja ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi ke-1 untuk mengatasi meningkatnya pengangguran akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lantaran dampak mewabahnya virus korona atau Covid-19.
Kementerian Ketenagakerjaan dalam lamannya menyebutkan bahwa Kartu Pra Kerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Uji coba (pilot run) Kartu Pra Kerja di 3 lokasi terdampak Covid-19 yaitu Bali, Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau.
Sementara lingkup pelatihan terkait dengan jasa / dukungan pariwisata dan non pariwisata. Lalu verifikasi terhadap lembaga pelatihan yang tersedia bersama digital-platform.
Kementerian Ketenagakerjaan memanfaatkan kuota 500.000 (dari 2 juta orang) penerima manfaat.
Lalu, penerima manfaat Kartu Pra Kerja mendapatkan dana insentif Rp500.000 di wallet dan ditransfer dalam tiga tahap.
Lalu apa syarat dan cara seseorang bisa mendapatkan manfaat Kartu Pra Kerja?
1. Warga Negara Indonesia
2. Usia minimal 18 tahun
3. Sedang tidak mengikuti pendidikan formal

Metode Pelatihan
1. Pelatihan Online (E-Learning)
2. Pelatihan Offline (Tatap Muka). (ndr)

Jumat, 20 Maret 2020

Kita begitu khawatir menghadapi wabah corona di Indonesia ini. Namun kekhawatiran yang berlebihan tentu saja hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Untuk itu, kita harus mendengarkan anjuran dari presiden Jokowi bahwa kita harus menunda dulu kegiatan yang bersifat berkerumun.

Nah, apa saja sih kira-kira yang harus kita lakukan saat bekerja di rumah. 5 tips ini yang membuat kamu kerja di rumah makin enjoy dan senang.

1. Manfaatkan teknologi 


Di tengah ledakan informasi yang sangat dahsyat ini, kiranya kita bijak untuk menggunakan nya. Salah satunya, kita bisa bekerja di rumah lewat Group Watsap, telegram dan media sosial lainnya.

Penting untuk kita tekankan, kerja di rumah bakal semakin enjoy bila kita bijak menggunakan sosial media. Apalagi, buat saya sebagai karyawan akan sangat mudah untuk berkomunikasi dengan pimpinan. Dengan memanfaatkan teknologi tidak ada beda nya bekerja di rumah atau di kantor.

Apalagi, bekerja di rumah malah semakin enjoy dan enak. Sebab bekerja yang sangat produktif itu manakala melakukan pekerjaan dengan santai, tetapi pekerjaan nya selesai dan sempurna untuk mengerjakannya.

Ini yang kita harapkan. Selain mengurangi kemacetan, juga menghasilkan output yang maksimal lantaran karyawan mampu memaksimalkan teknologi informasi dengan baik.

2. Belajar Menulis

Menuangkan ide dengan baik merupakan hal yang sangat membanggakan. Untuk itu, menurut saya saat kita bekerja di rumah salah satunya adalah belajar menulis agar semakin baik

Seperti yang dipaparkan di poin pertama, dengan memanfaatkan teknologi apa saja di internet selalu ada. Jadi, kerja di rumah selain kita dengan mudah mengakses apapun yang kita cari, kita juga bisa belajar menulis, sehingga saat masuk kerja nanti kita bisa melanjutkan dan meneruskan hal baik yang baik saat bekerja di rumah.

Seperti halnya saya sendiri, yang menurut informasi di kantor bahwa seluruh karyawan dengan tidak masuk setiap hari. Dan sesuai arahan pimpinan untuk bekerja di rumah dan melaporkan apa saja yang dilakukan selama bekerja di rumah.

3. Quality time

Ya. Kenapa quality time ini masuk dalam tips kerja di rumah. Simpel saja sebenarnya, kita akan semakin bertemu dengan keluarga di rumah sehingga keakraban bersama keluarga akan terjalin dengan baik.

Setidaknya dengan melakukan pekerjaan di rumah kita mampu mengumpulkan energi positif bareng keluarga agar makin harmonis dan intim. 

Bila kita melihat kesuksesan seseorang itu juga diawali dari rumah tangga yang harmonis dan memberikan ketenangan bagi siapapun didalamnya. Apabila keluarga tenang, mencari nafkah pun jadi semangat. Namun, apabila di keluarga saja tidak harmonis maka biasanya efek yang ditimbulkan nya adalah uring-uringan di kantor dan kurang betah.

Maka, dengan melakukan pekerjaan di rumah dapat pula quality time bersama keluarga. Dan biasanya, obrolan yang intim akan menghasilkan ide-ide kreatif, siapa tau bisa membuka usaha kecil-kecilan dan membuka peluang lainnya.

4. Merapihkan buku

Nah, membereskan buku-buku yang tidak tertata rapih adalah pekerjaan yang membuat ide kembali terbuka. Sebab, kita akan mengecek satu persatu buku yang ada dalam lemari, siapa tau menemukan mozaik yang selama ini kita cari.

Hmmm, ya ada bener nya kan, apalagi melihat buku semenjak kuliah dulu yang belum sempat dirapihkan membuat kita akan mengingat kembali masa-masa kuliah dulu. Siapa tau, dengan menemukan kembali masa lalu yang hilang lewat buku-buku, kemudian akan menemukan nya dalam tumpukan buku. 

Menarik bukan, dengan merapihkan buku juga akhirnya istri dan anak ikut membersihkan satu per satu buku, hmm makin romantis deh. Beneran... Selain kita bekerja di rumah, kita juga mendapatkan mozaik romantis yang susah didapatkan. Hebat kan!

5. Membersihkan lingkungan 

Ini yang menurut saya juga penting dilakukan. Selain empat poin yang sudah disebutkan di atas. Lingkungan yang bersih juga tetap harus menjadi poin penting. Agar bekerja di rumah makin betah di tengah wabah corona di Indonesia.

Lingkungan yang bersih tentu saja membuat mood dalam bekerja semakin bertambah. Ini yang sangat penting. Kalau tidak bersih, maka kerja di rumah pun menjadi kendala menemukan ide dan tidak kondusif dalam bekerja.

Nah, untuk itu, dalam menghadapi corona di Indonesia, salah satunya mengikuti anjuran pemerintah dengan bekerja di rumah. Dengan mengikuti arahan tersebut, semoga saja membantu pemerintah dalam melakukan pengehentian penyebaran corona di Indonesia.

Kalau bukan kita, siapa lagi! Yuk, kita bantu pemerintah untuk kerja di rumah dulu.

Cegah Covid-19, KPU Tunda Pilkada 2020

Fadjroel Rahman. Dok Pedoman.co Sudah tau semua kan, gelaran pilkada 2020 segera digelar. Namun, musibah covid-19 masih ada. Untuk itul...