Senin, 13 November 2017

OBESITAS FAKTOR TIMBULNYA PENYAKIT TIDAK MENULAR

Seminar Hari Obesitas Se - Dunia, di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakut
Pada tanggal 07 November 2017 lalu, saya bersama teman-teman blogger lainnya menghadiri undangan seminar yang diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. Seminar Hari Obesitas Se - Dunia bertemakan "Cegah Obesitas Melalui GERMAS" di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta Utara.  

Di hadiri oleh beberapa narasumber diantaranya Dr. Lily Sulistyowati, Dr. Dyah, Dr.Rita Ramayulis DCN, M. Kes (Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia), Dr. Michael Triangto, SpKO (Sports Therapy RS. Mitra Keluarga Kemayoran ), Dr. Rika.

Dr. Lily Sulistyowati dalam sambutan nya mengatakan, kegemukan atau obesitas merupakan faktor resiko terjadinya berbagai penyakit yang tidak menular seperti halnya metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, kanker, osteoarthritis, dan masih banyak lagi penyakit tidak menular lain nya.

Lily menambahkan Prevalensi obesitas di Indonesia cukup tinggi, di dunia menempati urutan ke 10 (The Lancet 2014). Riskesdas (2013), menyatakan bahwa diantara 109 penduduk pada laki-laki usia diatas 18 tahun ditemukan 19 orang obesitas dan pada perempuan usia diatas 18 tahun ditemukan 32 orang obesitas.

“Saat ini berkembang di masyarakat cara atau upaya menurunkan berat badan yang drastis dan cepat. Upaya diet yang terlalu cepat dan berat tidak baik untuk kesehatan” tambahnya.

Lebih lanjut Lily memaparkan mengenai apa saja sih yang menyebabkan tubuh kita terjangkit obesitas? Dan apa saja penyebab  obesitas?

Peserta diajak mengetahui obesitas itu apa? Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan (WHO,2013).

Dan apa saja yang menjadi tanda-tanda obesitas? terdapat timbunan yang berlebihan pada bagian :

  • Atas dada, pundak, leher, muka, lengan ( tipe apel )
  • Bawah perut, pinggul, paha ( tipe pir )
  • Perut atas, pinggang dan perut bawah ( obesitas sentral )
“Adapun penyebab dari obesitas adalah jumlah kalori yang masuk lebih besar dari pada kalori yang dikeluarkan dan kurangnya aktifitas fisik” tegasnya.

Kemudian dia menjelaskan, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya obesitas diantaranya adalah genetic, psikologis dan lingkungan.

“Dan untuk mencegahnya diantaranya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup, melakukan pemeriksaan di Puskesmas atau Pelayanan Kesehatan Terdekat dan konsultasi dengan tenaga kesehatan” tambahnya.

Dia menegaskan kembali bahwa dampak obesitas betul-betul memberikan penyakit yang tidak menular, tetapi ini berbahaya bagi tubuh, diantaranya:

  1. Diabetes meltius tipe 2
  2. Penyakit jantung coroner
  3. Hipertensi dan struk
  4. Penyakit kandung Empedu
  5. Osteoarthritis (radang sendi) lutut dan punggung
  6. Asam urat dan Gout
  7. Kanker
  8. Hormone reproduksi abnormal
  9. Polikistik ovarium sindrom
  10. Nyeri punggung belakang
  11. Perlemakan hati
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Rita Ramayulis mengatakan sebelum kita makan, kita harus mengetahui, sebaiknya makan untuk lapar perut atau malah lapar mata.

“Jika lapar perut sebaiknya konsumsi makanan yang sehat dan cukup. Jauhi dari gorengan karena konsumsi minyak yang berlebih dalam tubuh sangat tidak baik untuk kesehatan kita” ujarnya.

Dia menganjurkan kepada peserta, sebisa mungkin memilih makanan yang menggunakan proses memasak dengan cara dikukus ataupun direbus, bukan digoreng. Makanan yang dikukus atau direbus juga tidak mengurangi rasa enaknya. “konsumsi sarapan sebaiknya dengan tumis nasi goreng, bukan hanya nasi goring” ungkapnya.

Rita menjelaskan jika menumis hanya membutuhkan setengah sendok teh minyak goreng, penggunaan dengan sedikit minyak goreng itu sehat. Akan tetapi, Tetapi bila sarapan dengan nasi goreng maka penggunaan minyak jauh lebih banyak. Belum lagi ditambah sosis yang ada malah terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang mengkibatkan bersarangnya penyakit.

“Sarapan dengan tumis nasi goreng dan mencampurkan sayuran serta telur ceplok jauh lebih nikmat dan yang paling utama adalah sehat” pungkasnya.

Rita pun menegaskan, sebaiknya tubuh harus lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Seperti kita ingin mie ayam mie, dapat kita pesan setengah porsi saja, kemudian sayurannya (sawi) lebih banyak, sehingga  ini akan menyehatkan tubuh kita. “Jika kita memasak dirumah, hindari pemakaian minyak yang berlebih. Karena terlalu banyak menggunakan minyak, maka yang terjadi adalah minyak menempel di makanan, dan itu tidak sehat dalam tubuh kita” tegasnya.

Narasumber berikutnya adalah Dr. Michael Triangto. Michael menegaskan jadikan olahraga sebagai kebutuhan, bukan karena keterpaksaan. “Jangan terlalu banyak alasan, bila tidak mau berolahraga, lakukan olahraga dengan sederhana, seperti halnya kita membawa kendaraan, dengan menaruh kendaraan di tempat jauh, agar keringat kita dapatkan”

Dia menambahkan, tidak sedikit senam ibu yang menggendong anaknya. Selain anak sehat
Ibu sendiripun ikut sehat juga. “Cara lain yang lebih mudah dan menyenangkan melakukan aktivitas fisik yaitu naik turun tangga ataupun senam. Aktivitas fisik ini bisa dengan membersihkan lantai, mencuci kendaraan, jalan kaki, bersepeda, jogging, berenang” ungkapnya.

Michael menyarankan lakukan aktivitas fisik setiap hari. Lebih baik lagi apabila ditambahkan latihan dengan beban dan peregangan. Dilakukan secara terus menerus hingga minimal 30 menit per hari atau per 10 menit tiap sesi hingga mencapai 30 menit per hari. “usahakan kita berjalan setiap harinya 10.000 langkah, agar peredaran tubuh kita lancar.

Dan narasumber terakhir yaitu Dr. Rika mengatakan Obesitas itu tumpukan lemak yg berlebih. Obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan & pengeluaran energi. Dan penyebab obesitas itu bisa juga keturunan, metabolik, lingkungan (pola makan, gaya hidup) “Betapa bahaya nya obesitas, akibat kita abai terhadap obesitas” ujarnya.

Dalam pemaparan nya Rika menjelaskan penanganan obesitas bisa dengan melakukan operasi, terapi dengan obat-obatan dan modifikasi gaya hidup (diet, aktifitas fisik). 

15 komentar:

  1. Iya bener, obesitas PTM yang harus dicegah,soal gaya hidup ini. Jadi gendut itu diluar sadar,tahu-tahu boom


    Makanya WASPADA setiap timbangan naik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, saya sadar dengan sesadar-sadarnya, bahaya obesitas itu nyata.

      Hapus
  2. Saya termasuk orang dengan risiko obesitas, jadi mulai ikuti Germas untuk bisa hidup lebih sehat dan hidup lebih lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mba, ini warning buat saya juga.. pola makan dan hidup sehat itu perlu untuk mencegah dan melawan obesitas.

      Hapus
  3. Saya sendiri sekarang sadar untuk menjaga kesehatan. Jaga kudu jaga pola makan. Termasuk mengurangi gula.meskipun saya tidak obesitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, pentingnya kesadaran bagi diri sendiri itu menjadi awal untuk menangkal gejala obesitas. Mari, kita gerakkan bersama untuk melawan Obesitas sejak dalam pikiran.

      Hapus
  4. Kalau dari segi postur tubuh alhamdulillah saya ga termasuk yang obesitas malah terkesan mungil... Tadinya saya pengen banget bisa gemukan dikit mas... Tapi abis baca tulisan ini jadi ga kepengen gemuk lagi ah... Udah pas segini aja postur ku... Hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedang-sedang saja mba.. jangan lupa berolahraga (pesan untuk diri sendiri)

      Hapus
  5. Wah patut dicoba nih tumis nasi goreng with telur. Tapi saya gak makan pagi juga mas. Hehe pagi saya biasanya sarapan buah, atau susu dan roti. Siang hari makan. #progrdiet hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa, lari 10000 langkah setiap hari nya, karena ini bagus untuk memperlancar peredaran darah

      Hapus
  6. Wah kayanya emang harus hati2 sama obesitas ni yaa, kadang kita suka ga aware dengan hal tersebut.

    Kayanya saya udah mulai harus perhatiin asupan sama olahraga juga kali yaa hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita semua harus hati-hati, obesitas menjadi ancaman nyata. Perbanyak olahraga, makan sayur, makan buah dan rajinlah dalam melangkah

      Hapus
  7. Kayaknya seumuran kita, memang harus waspada sama obesitas. Kalau cuma di rumah, banyak aktivitas, kenapa tetap gemuk ya? Hehe

    BalasHapus
  8. musti terapin pola hidup sehat yah om

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pola makan dan olahraga teratur kunci untuk melawan obesitas

      Hapus

Viu Rilis “Shunshine” Original Series Indonesia Terbaru

Laura Basuki, Film Shunshine. Dok Pribadi Langit (Dion Wiyoko) yang terlalu besar rasa cintanya kepada Bumi (Sheila Dara), membuat p...