Senin, 05 Februari 2018

Empat Kiat Halau Amarah Menjadi Damai

Terkadang, lelah melanda yang dialami oleh sebagian orang, tak mampu dirasakan oleh teman, saudara, bahkan lingkungan keluarga sekalipun. Oleh karenanya di saat seperti ini, ada saja orang yang disekitar kita melakukan sesuatu yang membuat marah dan kesal sering terjadi. 

Sekelumit cerita ini barangkali pernah dirasakan oleh siapapun yang pernah merasakan nya. "senggol dikit b'cok" istilah yang dipakai manakala kondisi yang dihadapi oleh seseorang begitu berat memikulnya. Hal itu bermula kekurangpahaman dan tindakan yang dilakukan oleh teman kita atau kita sendiri sedang merasakan lelahya selepas kerja, jauhnya perjalanan biasanya yang membuat daya sensitif semakin tinggi. Komunikasi yang acapkali tidak dipahami menjadi sumber awalnya percekcokan. 

Benih-benih kebencian pemicu yang paling dominan adalah rasa kesal terhadap sesuatu yang menjadi sebab mulanya benci. Bilamana tidak adanya saling pengertian satu sama lain, benih kebencian akan menjalar ke segala ruang yang ada di hadapan nya. Untuk itulah kiat untuk mengantisipasi agar kebencian itu diredam seketika, perlu sekali cara yang membuat agar orang tak mampu memperpanjang riak-riak kebencian itu.

Ini yang pernah saya alami dan saya juga pernah mempraktekkan manakala kesal atau sedang benci terhadap orang yang membuat kita kesal.

Rilex

Menghadapi masalah yang memang sangat rumit, acapkali seseorang hilang kendali. Momen seperti ini diperlukan kondisi yang nyaman dan rilex. Oleh karena itu, siapapun yang sedang menghadapi masalah hendaklah rilex dan tetap cool dalam mencari solusi jitu, agar masalah tidak semakin lebar dan runcing.

Dengan rilex, ada jeda waktu untuk menemukan solusi dalam memecahkan masalah, karena masalah sebaiknya segera dipercahkan dan jangan dibawa ke hati, karena ini tidak baik buat kesehatan. Hal apapun yang berhubungan dengan hati, terlebih antara kesal dan benci sebaiknya segera diatasi secepatnya.

Pelajari kesalahan

Tidak perlu mencari kesalahan yang dilakukan oleh teman yang melakukan kejahatan atau yang membuat kesal kita, dengan kita mengintrospeksi diri dan menemukan kesalahan yang kita lakukan dan secepatnya memperbaiki itu yang akan menjadi kunci untuk melerai masalah atau apapun yang bersarang dalam tubuh kita. Aura negatif semacam ini sebaiknya dibuang sejauh-jauhnya.

Mempelajari kesalahan diri sendiri juga ini sebagai wadah untuk menetralisir kesalahpahaman yang sering terjadi dalam kehidupan, dengan cara ini kedamaian yang kita harapkan tidak saja terjadi pada diri kita masing-masing, namun dapat kita kembangkan lebih jauh lagi mendamaikan negeri ini dengan mempelajari kesalahan sambil memperbaikinya.

Ibadah

Agama saya mengajarkan bila sedang marah, berwudhulah karena ini bertujuan mendinginkan amarah. Jangan ikuti amarah, karena ini akan membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Dengan beribadah, hati kita akan tenteram dan adem, jauh dari segala sesuatu yang merusak. Ademkan masalah dengan beribadah, agar masalah kelar secepatnya dan tidak terlalu lama hinggap di sanubari. 


Maafkan

Mengunci orang lain dengan tidak memaafkan sama halnya kita menabur benih kebencian, oleh karena itu dengan cara memaafkan siapapun yang membuat kesal kita, ini diharapkan menjadi titik temu dalam memecahkan masalah. Dengan memafkan, tali persaudaraan yang kita bangun semakin kokoh.

Empat kiat di atas adalah kunci sederhana, manakala kita sebagai manusia biasa, perlu menengok sedikit pengalaman dari teman, saudara. Menengok tulisan yang ada kaitan nya dengan amarah atau kesal kiranya dapat mengurangi rasa kesal dan marah yang kita terima dengan melakukan hal di atas.

Kuncinya adalah luangkan waktu untuk diri kita, agar bisa berdamai dengan diri sendiri. Jangan ikuti amarah karena itu bahaya untuk pertemanan dan persaudaraan yang sudah terjalin lama. 



9 komentar:

  1. penyejukan hati, terima kasih telah berbagi ilmu.....

    BalasHapus
  2. bener nich, meluangkan waktu sejenak untuk mengurai kembali benang yang kusut supaya kembali normal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak, meluangkan waktu terkadang sulit dilakukan. Tp, semua butuh waktu dan proses ya.

      Hapus
  3. Thanks sharingnya, Mas Ilman.. memang hrs kita niatin juga sih ya, biar jgn sampai berubah jd benci. Ngga bagus buat masa depan hubungan dgn byk orang nanti2nya..

    BalasHapus
  4. Kalau saya kuncinya perbanyak istighfar dan menjauhi perdebatan saja. Inshaallah hati selalu damai tanpa rasa amarah :D Makasih sharingnya mas ilman...

    BalasHapus
  5. Ibadah... iyaa, biar enggak gampang marah, tingkatin ibadah plus lebih mudah memaafkan

    aku sudah mempraktekkannya, memang butuh perjuangan tapi kalau sudah bisa, entenglah hati ini

    BalasHapus

Indonesia 4.0 Generasi Milenial Harus Siap Menghadapi Perubahan Industri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Acara Obsat (11/5) Jalanan lengang sore itu, selepas kerja, aku tancap gas untuk menghadir...