Kamis, 08 Februari 2018

Kejujuran dan Keikhlasan Keduanya Mendukung Kinerja


Semenjak Sekolah Dasar (SD) hingga peguruan tinggi yang saya jalani, keunikan pelajaran yang masih saya ingat dan akan terus diingat adalah ilmu ikhlas dan kejujuran. Kenapa bisa demikian? Karena guru saya mengajarkan kepada kita semua tentang kejujuran dan keikhlasan pada sesuatu yang kita kerjakan hanya karena mengharap ridha ilahi.

Kejujuran dan keikhlasan ini yang menghantarkan saya bisa menyelesaikan kuliah dan bekerja itu atas dasar kejujuran dan bekerja penuh keikhlasan hanya mengharap riho Nya. Karena yang saya alami pekerjaan saat ini hanyalah bermodalkan kejujuran. Modal kejujuran yang berakibat orang lain percaya kalau saya bekerja dengan serius dan fokus.

Pengalaman semasa kuliah, saya dipercaya karena kejujuran nya mengelola Toko Buku “Griya Buku” atas dasar ketertarikan orang lain karena keseriusan saya dalam bekerja yang kemudian saya pun jujur dalam mengelola toko buku waktu itu. Kondisi seperti ini saya alami sehingga saya dikenal oleh teman-teman seangkatan waktu itu dianggap “polos” yang dalam pengertian waktu itu adalah lugu dan apa adanya.

Oleh karena itu, saya menyimpulkan sendiri bahwa kejujuran dan keikhlasan akan kita nikmati saat orang lain percaya akan kemampuan yang kita miliki. Tanpa dua sifat tersebut, mustahil orang lain merekrut saya. Jadi, kunci yang saya peroleh dari guru saya hanyalah jujur dan ikhlas. Bila menggenggam itu, maka dunia bisa direngkuh dengan mudah.

Pekerjaan saat ini yang saya lakoni masih menggunakan kedua ilmu tersebut. Rata-rata orang yang mengajak saya pun waktu itu hingga sekarang ini masih menilai saya kinerjanya berawal dari rasa percaya.

Pengalaman yang sangat menarik adalah menjadi peneliti di lapangan, waktu itu menjadi tim surveyor di lembaga survei ternama. Dalam penelitian selalu diajarkan kejujuran, mengingat data lapangan tidak boleh dimanipulasi, bila dimanipulasi maka hasilnya pun adalah sampah. Nah, inilah yang harus dihindari. Oleh karena itulah dibutuhkan orang-orang yang memiliki kejujuran. Jujur pada diri sendiri, lembaga dan Allah SWT.

Sejurus dengan itu, pertanyaan dalam penelitian pun terbilang banyak, kalau diratakan hampir dua ratus pertanyaan lohh, dan saya pun mewawancarai masyarakat sesuai dengan apa yang ada di lembar kuesioner. Tidak boleh menambhkan secara berlebihan apalagi mengurangi pertanyaan.

Kejujuran dan keikhlasan adalah dua mata uang yang sangat sulit praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Didalamnya memiliki kekuatan magic  yang yang wajib dimiliki oleh semua orang. Bila kekuatan ini tiada, biasanya ketidakpercayaan orang lain terhadap diri kita pun akan muncul dengan sendirinya. Oleh karena itu, semua insan di dunia ini wajib memilikinya, agar dapat meraih kesuksesan dalam karir.

Pengalaman ini merupakan sebuah proses dalam menemukan jati diri yang kita miliki. Tentu saja, ini hanyalah pengalaman diri sendiri akan kekuatan dua ilmu yang saya peroleh dari bangku pendidikan. Pendidikan selalu mengajarkan kepada kita, berbuat baiklah kepada sesama tanpa pandang bulu, harus iklas.

2 komentar:

  1. Sayangnya sekarang kejujuran dan keikhlasan jadi sesuatu yang langka ya Pak. Semoga bisa kita mulai dari diri kita sendiri dan dalam mendidik anak2 kita di rumah. Aaminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bu, ini menjadi PR kita bersama dalam mendidik anak di rumah.

      Hapus

Mandiri Jogja Marathon Gaungkan Destinasi Pariwisata Yogyakarta

Bank Mandiri bersama Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2018. Gelaran yang m...