Blog berisi liputan acara dan tulisan pribadi.

Jumat, 18 Mei 2018

Indonesia 4.0 Generasi Milenial Harus Siap Menghadapi Perubahan Industri


Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Acara Obsat (11/5)
Jalanan lengang sore itu, selepas kerja, aku tancap gas untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Beritagar. Nampak peserta acara sudah berkumpul di lokasi. Acara Obsat ke 202 ini bertemakan “Menuju Indonesia 4.0” yang berlangsung di Paradigma Cafe, Jakarta (Jumat, 11/5/2018).
Dalam kesempatan malam yang sangat bahagia itu, hadir pembicara kondang yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan juga youtuber yaitu Eno Bening yang lebih dikenal dengan Content Creatornya.
Perubahan industri saat ini merupakan keniscayaan, sadar ataupun tidak, revolusi tersebut akan melewati zaman ini. Oleh karena itu, dalam hal ini Pemerintah Indonesia mulai berbenah menghadapi perubahan industri dengan meluncurkan peta jalan “Making Indonesia 4.0”, ini adalah strategi untuk memuluskan langkah Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di Asia.
Tentu saja, “Making Indonesia 4.0” adalah sebuah peta jalan yang memberikan arah yang jelas bagi pergerakan industri nasional di masa depan, termasuk fokus pada pengembangan sektor prioritas yang akan menjadi kekuatan Indonesia menuju Industri 4.0.
Menurut pemaparan yang disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto bahwa Pemerintah memilih sektor makanan dan minuman, fashion, otomotif, kimia, dan elektronik sebagai fokus dalam program revolusi Industri 4.0.

“Pemilihan kelima sektor tersebut bukan tanpa alasan, selain pelaksanaannya yang lebih mudah karena sudah lebih siap, sektor tersebut juga dapat memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan industri dan ekonomi Indonesia.” Ujar Airlangga lebih lanjut.

Di samping itu pula, kata Airlangga menegaskan bahwa kelima sektor tersebut juga memiliki kontribusi yang besar terhadap ekspor, tenaga kerja, dan Produk Domestik Bruto.
“Industri di sini ada 84 jenis, tetapi nggak mungkin kita pilih semua. Meski yang dipilih lima saja, bukan berarti yang lain tidak penting. Lima sektor tersebut dipilih karena merupakan sektor yang 80 persen diperdagangkan di dunia, demand-nya tinggi,” ungkap Airlangga yang lebih dikenal sebagai Ketua Umum Golkar.

Airlangga juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, Menurutnya yang diperlukan adalah ide, adapun modal akan menghampiri dengan sendirinya. Oleh karena itu, kata dia Pemerintah sudah menyiapkan strategi untuk melejitkan pencapaian itu jadi lebih baik. Salah satu "senjata"nya adalah memaksimalkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Seperti contohnya adalah Pemerintah sedang menggalakkan Santripreneur yaitu program yang sedang tren di Kemenperin yang mendorong di seluruh pesantren bisa menjual air minum, roti, dan warung serba ada.

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula sebagai pembicara yakni Eno Bening, content creator  meyampaikan bahwa profesi yang ia jalani merupakan dampak positif dari revolusi Industri 4.0. Sebelumnya ia sendiri tak pernah terpikir akan menjalani profesi seperti saat ini.

“Saya juga salah satu orang yang juga berkecimpung di dunia industri, tapi kami menyebutnya industri kreatif. Dan kami juga salah satu bukti nyata bahwa perkembangan industri itu benar-benar hadir di Indonesia,” ungkap youtuber yang memiliki subscriber banyak itu.
Eno juga menyadari bahwa revolusi Industri 4.0 akan menjadi tantangan tersendiri bagi anak muda di Indonesia. “akan ada dua pemikiran yang mewakili perasaan anak muda dalam menghadapi tantangan tersebut.” ujarnya.
Pertama, panik karena mungkin saja pekerjaannya suatu hari nanti akan digantikan oleh mesin atau robot. Pemikiran kedua adalah orang-orang yang optimis, yang bisa melihat bahwa pemerintah telah menyiapkan peta jalan serta peluang untuk anak-anak muda.
Ia juga menambahkan dengan adanya peta jalan “Making Indonesia 4.0” yang dirilis oleh pemerintah tersebut dapat membantu generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa mendatang, asalkan generasi muda mau berinovasi dan belajar.
“Sebelum pekerjaan kita digantikan oleh robot, ini kesempatan terakhir kita sebagai anak muda untuk berkreasi dan menggali inovasi untuk berkarya. Ini kita sudah enak banget nih, pemerintah sudah mempersiapkan semuanya, kita tinggal mengikuti saja,” ujarnya menanggapi paparan Industri 4.0 yang disampaikan Menteri Perindustrian.
Di penghujung acara, Airlangga Hartanto mengingatkan betapa pentingnya kemampuan bahasa yang perlu dikuasai generasi muda Indonesia agar dapat berkarya di era Industri 4.0.
“Setidaknya ada tiga bahasa yang perlu dikuasai oleh anak muda yaitu Inggris, statistik, dan coding,” tegasnya.

Nah, dari kedua pembicara di atas, untuk generasi milenial harus siap menghadapi Industri 4.0, tidak perlu takut, mari isi dengan kegiatan yang positif dan terus belajar, agar kita siap menghadapi perubahan industri tersebut. Kira-kira, kamu sudah siap belum menghadapi perubahan industri itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dapur Unik dan Menarik Harapan Keluarga Bahagia

Iffan Suryanto,  Presiden Direktur PT. Electrolux  saat launching  Electrolux Taste and Care Center Dulu, semasa kuliah, senior saya...